Akui Tak Ikut Mediasi, Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa Kini Lapor Polisi & Sudah Lakukan Visum
January 16, 2026 03:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sempat menyampaikan kasus pengeroyokan guru oleh siswa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, berakhir damai, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

Kasus ini berawal dari viral di media sosial video pengeroyokan seorang guru oleh siswa di sekolah. 

Setelah Abdul Mu'ti menyampaikan, kasus ini sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan Jambi.

Ternyata korban melakukan langkah hukum dengan melapor ke Polda Jambi kini.

Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan persoalan perselisihan antara guru dan siswa telah ditangani melalui mediasi.

Kegiatan belajar mengajar pun dipastikan kembali berjalan normal.

GURU DIKEROYOK SISWA - Guru SMKN 3 Berbak Agus Saputra melapor ke Polda Jambi buntut dikeroyok siswa hingga alami lebam. Agus Saputra merasa dirugikan secara mental dan psikis.
GURU DIKEROYOK SISWA - Guru SMKN 3 Berbak Agus Saputra melapor ke Polda Jambi buntut dikeroyok siswa hingga alami lebam. Agus Saputra merasa dirugikan secara mental dan psikis. (Dokumentasi/Tribunjambi.com)

Peristiwa pengeroyokan ini dialami oleh guru SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra.

Korban dikeroyok sejumlah siswanya saat jam istirahat sekolah pada Selasa (13/1/2026).

Insiden pengeroyokan diduga dipicu cekcok antara guru dan siswa.

Awalnya, ucapan guru tersebut dianggap menyinggung perasaan siswa dan orang tua mereka, hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.

Setelah itu, sejumlah siswa mengejar Agus Saputra sampai ke halaman sekolah lalu melakukan kekerasan fisik.

Pascakejadian, Agus Saputra melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Terbaru, Agus Saputra melapor ke Polda Jambi pada Kamis (15/1/2026).

Kakak kandung Agus, Nasir, mengatakan langkah hukum ini diambil karena adiknya merasa dirugikan terlebih secara mental setelah kasus ini viral.

Menurutnya, Agus telah melakukan visum, dan diketahui ada beberapa luka lebam di tubuhnya yang juga akan menjadi bukti untuk  pihak kepolisian.

"Kondisi adik saya sedikit pusing, kita bikin laporan dari jam empat sore."

"Adik saya dirugikan secara mental dan psikis terlebih di medsos."

"Karena kita warga negara kita berhak melapor," ungkap Nasir, Kamis, dikutip dari TribunJambi.com.

"Sudah ada visum dan ada bekas lebam," tambah dia.

Agus Tak Ikut Mediasi Langsung

Sementara itu, Agus Saputra mengaku dirinya telah dimintai keterangan oleh Kasi GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Ia mengatakan, pihak Disdik mencatat kronologi kejadian tersebut secara detail.

Lalu, terkait mediasi, Agus menjelaskan mediasi tersebut diwakilkan oleh pihak komite sekolah.

Sebab, dirinya masih merasa was-was dengan peristiwa yang dialaminya.

Sehingga, dirinya hanya menitipkan pesan kepada pihak komite.

Dalam pesan itu, Agus merasa tidak ada yang menginginkan dirinya berada di sekolah tersebut.

“Kalau saya dijamin keselamatannya, saya akan ke sana walaupun sendirian tanpa ada keluarga."

"Namun, sisi yang lain, saya tentu juga harus menjaga diri, kesehatan itu juga harus dijaga,” ujarnya kepada TribunJambi.com, Kamis.

“Saya tidak mungkin memaksakan diri juga ke sana, dengan segala konsekuensi psikis saya, psikologi saya,” jelasnya.

Disdik Provinsi Jambi Kirim Tim

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan mendalami kasus pengeroyokan terhadap guru SMK oleh siswa di Jambi itu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar, mengatakan pihaknya akan mendatangi sekolah tersebut.

"Tim bidang guru dan tenaga kependidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut," ujarnya, Kamis (15/1/2026), dilansir TribunJambi.com.

Umar menerangkan, akan dilakukan pembinaan untuk oknum yang terlibat.

Hal itu bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut," katanya.

Di sisi lain, Kepala SMK Negeri 3 Tanjabtim, Ranto M, memastikan persoalan perselisihan antara guru dan siswa telah ditangani melalui mediasi.

Ranto M mengatakan, memang ada perselisihan paham antara guru dan murid di sekolahnya.

"Benar terjadi perselisihan antara guru dan siswa. Hari ini sudah kita lakukan mediasi yang dihadiri kepala sekolah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat, lurah, ketua komite, serta pihak siswa dan guru," ungkap Ranto, Rabu (14/1/2026).

Ranto juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan keluarga siswa, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar.

"Kami minta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum tentu benar."

"Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan penanganannya kepada sekolah, TNI, dan Polri," jelasnya.

Kata Gubernur Jambi

Gubernur Jambi, Al Haris, sebelumnya menginginkan agar masalah pengeroyokan guru oleh siswa di SMK Negeri 3 Berbak tidak semakin membesar.

Terkait insiden tersebut, Al Haris ingin agar persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kita ingin ini didudukkan sama-sama, secara kekeluargaan, agar nanti tidak ke mana-mana,”  ujarnya, Kamis, dikutip dari TribunJambi.com.

Ia mengatakan, pihaknya akan memberi sanksi jika guru tersebut terbukti bersalah.

“Kalau gurunya salah, ya kita akan beri sanksi. Kalau memang perkataannya mungkin tidak patut sebagai guru,” ungkapnya.

Al Haris juga mengingatkan agar para siswa tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

Menurutnya, hal tersebut mencederai dunia pendidikan.

“Tapi tidak boleh juga anak-anak kita, anak-anak SMA-SMK itu menghakimi gurunya,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.