Hitung Mundur Ramadhan 2026: Suasana Suci dan Tradisi Unik yang Dinanti Masyarakat Indonesia
January 16, 2026 03:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski kalender belum menandai awal puasa, aroma bulan suci Ramadhan sudah mulai terasa di seluruh pelosok Indonesia.

Dari lantunan ayat suci yang menggema di masjid hingga hiruk-pikuk warga berburu takjil di sore hari, kerinduan masyarakat akan momen penuh berkah ini selalu menjadi siklus tahunan yang dinanti.

Pertanyaan “berapa hari lagi puasa 2026?” kini kerap terdengar, seiring masyarakat bersiap secara fisik maupun spiritual.

Baca juga: Kumpulan Doa Supaya Dipertemukan Lagi dengan Bulan Ramadan, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Tidak hanya beribadah, Ramadhan juga menjadi waktu untuk menjalani kebiasaan khas.

Seperti sahur bersama keluarga, berbuka dengan takjil favorit, salat Tarawih, hingga berbagi sedekah.

Kehadiran bulan suci ini tak sekadar menumbuhkan rasa spiritual, tetapi juga mempererat kehangatan sosial dan kebersamaan.

Anjas Mamonto, warga Kolongan, Minahasa Utara, menuturkan Ramadhan punya cerita tersendiri bagi setiap orang.

“Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang tradisi unik yang mempererat silaturahmi, mulai dari sahur hingga bukber dan mudik menjelang Idul Fitri.” Ungkapnya Jumat (16/1/2026).

Dengan hitung mundur yang semakin dekat, semangat dan tradisi Ramadhan 2026 mulai terasa hidup, menyiapkan masyarakat untuk menyambut bulan penuh berkah ini dengan hati dan keluarga yang hangat.

Hitung mundur puasa 2026

Puasa Ramadhan 2026 makin mendekat. Masyarakat mulai menghitung hari menuju awal bulan puasa, sembari menunggu penetapan resmi dari pemerintah.

Mengacu pada kalender Hijriah 2026 yang diedarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia, awal puasa Ramadhan tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Artinya, jika dihitung dari hari ini (16/1/2026), berarti waktu menuju bulan puasa penuh berkah 2026 tinggal 34 hari lagi. 

Kendati demikian, perhitungan tersebut masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan awal bulan puasa 1447 Hijriah. 

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Thobib Al Asyhar menyebut sidang isbat penetapan awal bulan Ramadhan dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026.

"Dalam kalender Hijriah pemerintah dan beberapa ormas Islam tertera awal Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026. Namun untuk pemerintah tetap menunggu pelaksanaan Isbat awal Ramadhan 1447 yang insyaallah akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026," kata Thobib kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

Muhammadiyah tinggal 33 hari lagi
Di sisi lain, organisasi Islam, Muhammadiyah sudah menentukan awal bulan puasa Ramadhan 2026 lewat metode hisab hakiki wujudul hilal.

Pendekatan yang berpatok pada posisi geometris benda-benda langit, khususnya Matahari, Bumi, dan Bulan ini sudah menghasilkan tanggal awal Ramadhan.

Dari sana, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi, sebagaimana dikutip dari situs resmi Muhammadiyah.

Dengan perhitungan tersebut, awal puasa Ramadhan 2026 akan mulai dalam 33 hari ke depan, terhitung sejak hari ini.

Kebiasaan unik masyarakat Indonesia selama puasa Ramadhan

Penantian masyarakat terhadap Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah puasa saja.

Terdapat aspek sosiologis dan budaya yang membuat bulan ini terasa lebih hidup dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Ada berbagai rutinitas unik yang telah menjadi "wajah" Ramadhan di Indonesia.

Inilah deretan kebiasaan unik masyarakat Indonesia yang selalu terulang di bulan suci Ramadhan:

Ngabuburit

Siapa sih yang nggak nunggu aktivitas ngabuburit?

Menjelang buka puasa, masyarakat Indonesia memiliki rutinitas yang disebut ngabuburit. 

Sebuah kegiatan untuk mengisi waktu luang jelang buka puasa dengan berolahraga, berkeliling memburu takjil, hingga sekadar bersantai menikmati waktu sore.

Membangunkan sahur

"Sahur....sahur...sahur...sahur", gaungan pembangun sahur seringkali ditemui di berbagai daerah di Tanah Air.

Biasanya, anak-anak hingga orang dewasa berkeliling kompleks untuk mengingatkan orang sekitar agar bersiap menyantap sahur.

Aktivitas ini seringkali dibalut dengan kreativitas. 

Masyarakat yang membangunkan sahur biasanya menggunakan alat musik tradisional, seperti bedug hingga kentongan untuk memperkeras suara agar terdengar lebih jelas.

Bukber

Selama puasa Ramadhan, grup-grup WhatsApp biasanya mendadak ramai membahas buka bersama atau seringkali disebut bukber.

Biasanya, kegiatan ini diadakan oleh keluarga, geng skuad (pertemanan), hingga kolega untuk berkumpul dan menyantap menu buka secara bersamaan.

Menurut Hairul Hudaya dalam Fiqh Puasa, Lailatul Qadar dan Zakat Fitrah (2022), bukber juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, berbagi cerita, dan meningkatkan hubungan sosial antar sesama. 

Tradisi bukber yang selama ini terulang di tengah masyarakat Indonesia ini memiliki nilai spiritual, pasalnya seringkali dimaksimalkan untuk berdoa, bersyukur, dan saling memberi kepada yang membutuhkan. 

Tapi, perlu diingat kegiatan ini bisa membuka peluang dosa jika menyebabkan seseorang melupakan ibadah wajib seperti shalat Maghrib. 

Mudik

Setelah menunaikan ibadah puasa hampir satu bulan, biasanya warga Indonesia akan mudik atau pulang kampung menjelang hari raya Idul Fitri.

Rata-rata, kegiatan ini dilakukan oleh mereka yang merantau jauh dari kampung halaman.

Mereka mempersiapkan diri untuk pulang dan merayakan hari puncak bersama keluarga dan sanak saudara.

Itulah, setidaknya empat kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat penganut agama Islam di Indonesia selama bulan Ramadhan.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.