BMKG Sulteng Imbau Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sulawesi Tengah
January 16, 2026 03:23 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Palu memperbarui informasi terkait kondisi gelombang laut di wilayah Sulawesi Tengah.

BMKG mencatat, kondisi gelombang laut di Teluk Palu saat ini berada pada kategori sedang, namun diprakirakan akan terjadi peningkatan gelombang di wilayah perairan terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan Cuaca BMKG Mutiara Sis Aljufri Palu, Lilik Ardiyanto, menyampaikan bahwa tinggi gelombang di Teluk Palu saat ini berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Baca juga: Waspada Gelombang Laut Sulteng 19 Januari 2026, BMKG Sebut Berisiko Bagi Nelayan

Meski begitu, wilayah perairan terbuka diperkirakan akan mengalami gelombang lebih tinggi karena karakteristik wilayahnya yang tidak tertutup.

“Gelombang di Teluk Palu saat ini masih dalam kategori sedang, tetapi akan ada peningkatan gelombang di perairan terbuka,” ujar Lilik saat ditemui di ruang kerjanya di Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).

Prakirawan Cuaca BMKG Mutiara Sis Aljufri Palu, Lilik Ardiyanto.
Prakirawan Cuaca BMKG Mutiara Sis Aljufri Palu, Lilik Ardiyanto. (TribunPalu.com/Zulfadli)

BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang menggunakan perahu kecil, untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi. Gelombang yang lebih dari 1,5 meter berisiko bagi keselamatan pelayaran.

Lilik menambahkan bahwa pada 19 Januari 2026, puncak gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi, khususnya di wilayah barat Sulawesi Tengah. Wilayah Teluk Palu, Kabupaten Donggala, hingga Toli-Toli akan mengalami gelombang berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.

Sementara wilayah yang menghadap ke Teluk Tomini, seperti Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, dan Banggai, diprakirakan mengalami gelombang lebih tinggi, antara 2,5 meter hingga 4 meter.

“Gelombang tinggi diprediksi lebih berdampak pada wilayah barat dan utara Sulawesi Tengah, mulai dari Palu, Donggala, hingga Buol,” ujar Lilik.

Baca juga: Bukan Lagi Tersangka, Damai Hari Lubis Klaim Kantongi SP3 Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Selain gelombang laut, BMKG juga memantau kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh bibit siklon tropis yang berada di timur Filipina.

Hal ini diperkirakan akan mempengaruhi pola cuaca di Sulawesi Tengah dengan kondisi cerah hingga hujan ringan.

BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk terus memantau informasi cuaca dan gelombang laut terbaru guna mengantisipasi risiko keselamatan.

Terutama bagi nelayan, karena angin kencang dan gelombang tinggi dapat terjadi tanpa peringatan panjang.

“Pada musim Muson Asia yang berlangsung dari Desember hingga Februari, wilayah barat dan utara Sulawesi Tengah lebih sering terdampak gelombang tinggi,” jelas Lilik.

Baca juga: IHSG Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Sentuh 9.075 pada Kamis 15 Januari 2025

Dengan adanya peringatan ini, BMKG mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut, seperti nelayan dan pengelola transportasi laut, senantiasa memperhatikan update cuaca dan gelombang untuk mengurangi potensi bahaya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.