TRIBUNNEWS.COM - Manchester United akan memulai era baru sementara saat bersama Michael Carrick yang duduk di kursi pelatih.
Ini bukan kali pertama Carrick berstatus sebagai pelatih sementara Manchester United.
Ia juga pernah mendapatkan amanah serupa pada 2021 lalu setelah Setan Merah memecat pelatih Ole Gunnar Solskjaer.
Carrick kala itu hanya memimpin tiga pertandingan Setan Merah, tetapi berhasil mencatatkan kesan positif.
Ia mendapatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang saat mengawal MU kala itu.
Baca juga: Adu Taktik Carrick vs Guardiola di Old Trafford, Mengharap Kejutan Manchester United di Laga Derbi
Padahal lawan yang dihadapi bukanlah tim sembarangan.
Pada tiga laga tersebut Manchester United diuji Villarreal, Chelsea dan Arsenal.
Laga melawan Villarreal dan Arsenal berhasil dimenangkan pasukan Carrick kala itu.
Sedangkan duel kontra Chelsea berakhir imbang 1-1.
Masa tugas pelatih asli Inggris ini memang tak lama.
Arsenal menjadi lawan terakhir yang menjadi korban tangan dingin sang pelatih.
Meski sudah berselang kurang lebih 5 tahun, beberapa pemain yang turun bagi MU di laga kontra Arsenal saat itu masih ada di tim.
Sedangkan sebagian besar pemain sudah hengkang dari tim, baik dengan status pinjaman atau dijual permanen.
Dari sektor penjaga gawang, Manchester United saat itu dikawal kiper asal Spanyol, David de Gea.
Penampilan de Gea saat melawan Arsenal di laga terakhir Carrick sebagai pelatih sementara tak kalah luar biasa.
Meski kebobolan dua gol, de Gea berperan penting pada keselamatan gawang Setan Merah secara umum.
Berpindah ke sektor belakang, Carrick kala itu menempatkan empat pemain.
Dua Bek sayap menjadi milik Diogo Dalot dan Alex Telles.
Sebagaimana diketahui, Dalot saat ini masih berada di skuad MU, meski sempat menjalani beberapa masa peminjaman.
Telles, di sisi lain, sudah kembali ke kampung halamannya di Brasil.
Untuk sektor bek tengah, dua nama yang diandalkan adalah Harry Maguire dan Victor Lindelof.
Beralih ke lapangan tengah, Carrick memilih menumpuk banyak pemain di area ini.
Ada sekira 5 pemain yang bisa dikatakan fokus menjelajah lini tengah di semua sisi.
Berperan sebagai duo gelandang penyeimbang adalah Scott McTominay dan Fred.
Sayangnya McTominay saat ini sudah tak ada di tim ini.
Ia dilepas ke Liga Italia dan berlabuh di Napoli.
Ada tiga pemain tengah lain yang lebih fokus membantu penyerangan.
Carrick saat itu menurunkan trio Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan Jadon Sancho.
Bruno Fernandes bertugas sebagai gelandang kreatif yang lebih banyak menghabiskan porsi membantu serangan dari tengah.
Sementara tugas Jadon Sancho dan Marcus Rashford adalah memberikan teror dari sisi samping.
Rashford saat itu ditempatkan di pos winger kanan, sedangkan Sancho berada di sisi kiri.
Sebenarnya ketiga nama pemain itu, di atas kertas, masih menjadi bagian dari skuad Setan Merah.
Namun hanya Bruno Fernandes saja yang masih awet berkeliaran di starting XI MU.
Untuk Sancho dan Rashford sama-sama dilepas dengan status pinjaman.
Rashford berada di Barcelona, sementara Sancho terombang-ambing tanpa arah bersama Aston Villa.
Satu tempat tersisa di starting XI Carrick saat itu adalah pos penyerang tengah.
Manchester United kala itu masih diperkuat Cristiano Ronaldo yang kembali lagi setelah meninggalkan tim pada akhir musim 2008.
Ronaldo yang diplot sebagai penyerang tengah berhasil menyarangkan dua gol ke gawang The Gunners saat itu.
Sebagai perbandingan saja, Setan Merah kini memiliki penyerang tengah dalam diri Benjamin Sesko.
Sosok Sesko kemungkinan besar akan diandalkan Carrick untuk memberikan ancaman bagi lawan yang dihadapi nanti.
Kiper: David de Gea
Bek: Harry Maguire, Victor Lindelof, Diogo Dalot, Alex Telles
Tengah: Scott McTominay, Fred, Bruno Fernandes, Jadon Sancho, Marcus Rashford
Depan: Cristiano Ronaldo
(Tribunnews.com/Guruh)