Sosok Rival Altaf Anak Indigo, Ucapannya Jadi Kenyataan soal Lokasi Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet
January 16, 2026 03:38 PM

BANGKAPOS.COM - Sosok Rival Altaf Anak Indigo, Ucapannya Jadi Kenyataan soal Lokasi Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet

Pendaki Syafiq Ali yang hilang selama 17 hari di Gunung Slamet akhirnya ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sebelumnya disebut oleh Rival Altaf, seorang anak indigo asal Cilacap.

Jasad Syafiq Ali ditemukan di sela bebatuan, sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian, sesuai dengan ucapan Rival yang menyebut korban berada di antara bebatuan dan seolah “tak terlihat” oleh tim pencari

Temuan ini memicu perhatian publik karena lokasi tersebut diketahui sudah berkali-kali disisir relawan, namun baru terungkap pada hari ke-17 pencarian.

Baca juga: BPOM Rilis Daftar 26 Kosmetik Berbahaya, Skincare hingga Krim Malam Mengandung Merkuri

Berikut ulasannya

Akhirnya Syafiq Ali seorang pendaki yang hilang di Gunung Slamet selama 15 hari berhasil ditemukan. 

Syafiq Ali ditemukan di lereng berbatu sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.

Lokasi itu sesuai dengan ucapan Rival yang sempat menyebut Syafiq Ali berada di antara bebatuan.

Rival Altaf adalah anak Infigo yang ikut mencari pendaki Syafiq Ali yang hilang selama 17 hari. 

Syafiq Ali akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

Keterlibatan Rival dalam pencarian Syafiq Ali juga diungkap oleh seorang relawan bernama Amrul.

Ia mengatakan proses pencarian memang penuh kejanggalan.

"Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9, tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq," ungkap Amrul.

Menurutnya, lokasi ditemukannya Syafiq sudah disisir dan dilewati berulang kali, namun relawan tidak pernah melihatnya.

“Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul dikutip dari KOMPAS.COM, Kamis (15/1/2026).

Syafiq Ali baru ditemukan di hari ke-17 di titik yang sudah berkali-kali dilewati tim pencari.

“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya dibalik bebatuan,” ujar Amrul.

Profil Rival Altaf

Rival Altaf baru berusia 16 tahun.

Ia berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, dan dikenal publik sebagai anak indigo.

Anak indigo dipercaya memiliki keistimewaan dan kemampuan spiritual atau psikis lebih dari orang biasa, seperti intuisi tajam, kreativitas tinggi, kecerdasan luar biasa, serta sensitivitas terhadap hal gaib (makhluk halus, masa depan).

Istilah ini muncul dari konsep aura manusia dengan warna nila (indigo) yang terlihat pada anak-anak ini.

Ciri-cirinya termasuk kecerdasan tinggi, intuisi kuat, empati, dan kadang kesulitan beradaptasi karena perbedaan yang dirasakan, meskipun keberadaannya tidak diakui secara medis dan masih diperdebatkan. 

Anak indigo pada umumnya mempunyai kemampuan unik, yang menurut para ahli terkait gelombang otak lambda dengan frekuensi lebih dari 200 Hz.

Hal itu memungkinkan mereka bersinggungan dengan dunia supranatural dan metafisika.

Belakangan, Rival Altaf disorot setelah ikut membantu pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki Gunung Slamet yang hilang sejak 29 Desember 2025.

Atas inisiatif pribadi, ia tiba di basecamp dan langsung menyisir jalur sulit bersama beberapa relawan, meski medan berat dan cuaca ekstrem.

Kehadirannya menjadi sorotan publik karena mampu memadukan kemampuan uniknya dengan aksi nyata di lapangan.

Orang tua Rival menjelaskan bahwa putranya memang berniat membantu mencari Syafiq Ali.

"Ini anak emang udah niat (menolong)," kata ibunda Rival Altaf dikutip dari Tribunnews pada Kamis (15/1/2026).

"Mau nolong masa besok-besok," timpal ayah Rival Altaf.

Ibunda Rival Altaf menjelaskan bahwa putranya sudah izin untuk membantu mencari Syafiq Ali.

Akan tetapi, ketika hendak diantar ke sana, tiba-tiba Rival Altaf sudah berada di lokasi kejadian.

"Udah izin, cuma pas berangkat kita tidak tahu," ucap ibunda Rival Altaf.

"Jam 2 saya dapet telepon, (Rival) sudah di Bambangan (base camp Gunung Slamet)," sambungnya.

Rival berangkat sendiri ke lokasi dengan membawa uang Rp130 ribu tanpa sepengetahuan mereka.

"Dia bawa uang Rp130 ribu," kata ayah Rival Altaf.

Nama Rival Altaf sebelumnya sempat viral karena keterlibatannya dalam pencarian korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara pada November 2025.

Saat itu, ia membantu tim SAR menemukan jenazah yang tertimbun material longsor dengan kemampuannya. 

Rival mengaku memiliki kemampuan “indra keenam” yang memungkinkan dirinya merasakan keberadaan orang hilang, sebuah metode di luar prosedur pencarian standar.

Keterlibatan Rival Altaf dalam membantu menelusuri titik terakhir Syafiq Ali dibenarkan oleh seorang realawan pencarian bernama Amrul (20).

Ia mengatakan proses pencarian memang penuh kejanggalan.

“Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul dikutip dari KOMPAS.COM, Kamis (15/1/2026).

"Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9, tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq," tambahnya.

Secara bergantian, tim relawan independen bersama Rival Altaf menelusuri jalur pendakian yang ekstrem.

Akhirnya jasad Syafiq Ali baru bisa ditemukan pada hari ke-17, Rabu (14/1/2025).

“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya dibalik bebatuan,” ujar Amrul.

Lokasi hilangnya Syafiq Ali berada di lereng berbatu dengan kondisi tanah kering dan dilalui banyak aliran sungai kecil.

Berdasarkan foto yang diterima, jasad Syafiq Ali ditemukan di sela bebatuan dalam posisi tertelungkup.

Pakaian berupa jaket dan celana pendek masih melekat di tubuh korban, sedangkan celana panjangnya terlepas sebagian.

Selain itu, relawan menemukan barang-barang pribadi milik Syafiq Ali yang terpisah dari jasad, seperti sepatu, dompet, dan telepon genggam.

Posisi Jasad Syafiq Ali saat Ditemukan

Ketika ditemukan, tubuh Syafiq Ali dalam posisi tengkurap, kaki terlipat posisi terduduk.

Sementara kondisi tangan ke belakang sehingga tubuhnya seperti sedang bersujud.

Tubuh Syafiq Ali juga berada di area terbuka, tidak tertimbun batu atau pasir.

Ia masih mengenakan jaket warna hitam, namun celananya sudah terlepas separuh.

Temuan ini menandakan bahwa Syafiq Ali diduga sempat mengalami hipotermia.

"Survivor sempat melepas celananya. Kondisi hampir hipotermia," ujarnya dalam live Tiktok Kim Caraka, Rabu (14/1/2026).

Hipotermia adalah kondisi darurat saat tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya turun secara drastis.

Afandi memastikan jika jenazah yang ditemukan merupakan Syafiq Ali.

Hal ini dikuatkan dengan penemuan dompet hitam berisi STNK motor.

"Ini sudah A1 survivor Ali. Ini dompetnya kami bilang A1 ada STNK. Ini barang yang dibawa sama adik Ali," ujarnya.

Selain dompet, juga ditemukan sepatu, senter, dan sarung tangan milik Ali.

Afandi menambahkan jika lokasi jenazah berada tak jauh dari lokasi Himawan dan Ali berpisah.

"Ali ditemukan di lereng tidak jauh dari lokasi Ali dan Himawan berpisah. Senter kami temukan pertama kali. Kondisi Ali tidak terkubur," ujarnya

(Kompas.com/Tribunjateng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.