Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE- Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi pada Jumat 16 Januari 2026 sekitar pukul 10:10 Wita.
Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok melaporkan, tinggi kolom abu teramati kurang 350 meter di atas puncak (± 1.773 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32.1 mm dan durasi ± 48 detik.
Selain itu, Teramati aliran lava sektor barat dengan jarak luncur lebih kurang 100 meter dari bibir kawah.
Baca juga: Cuaca Buruh Nelayan di Sikka Tidak Melaut Sudah Seminggu Alih Profesi Jadi Buruh
Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II atau Waspada dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.
Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok, karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi.(awk)