Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kota Bengkulu bakal melanjutkan pembangunan dan penataan kawasan wisata Pantai Panjang.
Pantai Panjang yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata Bengkulu akan ditingkatkan fasilitasnya agar menjadi destinasi wisata andalan yang lebih tertata dan menarik bagi wisatawan.
Saat ini, penataan kawasan Pantai Panjang masih dalam tahap perancangan.
Penataan akan difokuskan pada peningkatan fasilitas penunjang, kerapian kawasan, serta penataan lingkungan agar lebih nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menerangkan, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan Pemkot Bengkulu sedang menyiapkan proposal untuk diajukan ke Pemerintah Pusat.
“Alhamdulillah sekarang pengelolaan di kota sudah agak tertib (Pantai Panjang, red) dan pihak kementerian siap membangun lagi, saat ini kita sudah berupaya dengan kota untuk menyiapkan proposal agar dilanjutkan,” ungkap Tejo saat dihubungi TribunBengkulu.com di Bengkulu, Jumat (16/1/2026) pukul 14.45 WIB.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercantik kawasan Pantai Panjang yang dinilai selama ini kurang optimal dalam pengelolaan.
Dengan penataan yang lebih baik, diharapkan Pantai Panjang mampu menjadi magnet wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain Pantai Panjang, lanjut Tejo, mereka juga tengah merancang revitalisasi kawasan Kampung Cina.
Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Revitalisasi Kampung Cina diyakini akan menambah daya tarik wisata Bengkulu, karena berada dalam satu kawasan dengan objek wisata sejarah lainnya seperti Benteng Marlborough dan Pantai Panjang.
“Pemeliharaan dan peningkatan kawasan kampung cina, menjadi kawasan wisata dan sudah diusulkan ke Kementerian, sama dengan taman remaja juga,” jelas Tejo.
Selain itu, pemerintah provinsi juga berencana melakukan peningkatan pembangunan terhadap Masjid Jamik Kota Bengkulu, masjid bersejarah peninggalan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Masjid Jamik akan ditata dan diperbaiki tanpa menghilangkan nilai sejarah dan keasrian bangunan aslinya.
Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadikan Masjid Jamik sebagai destinasi wisata religi dan sejarah unggulan di Kota Bengkulu.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyampaikan bahwa pembiayaan pembangunan tersebut saat ini masih dalam tahap upaya pengajuan ke Kementerian PUPR.
“Untuk pendanaan, Pemprov Bengkulu tengah melobi Kementerian PUPR. Namun apabila tidak terealisasi, pembangunan akan dilakukan secara mandiri melalui APBD Provinsi Bengkulu,” kata Tejo.
Pemprov Bengkulu berharap program revitalisasi ini dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi daerah.
Baca juga: 49 Ribu Wajib Pajak Bengkulu Belum Aktifkan Coretax, Berikut Langkah Aktivasi