TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Agam - Warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam resah dengan kemunculan sosok bertopeng yang berkeliaran pada malam hari.
Menurut keterangan Jorong Kayu Pasak Timur, Yoka membenarkan terkait kemunculan sosok bertopeng dan membuat warganya resah. Kata Yoka, kemunculan teror tersebut sudah terjadi sejak Minggu (11/1/2026) lalu.
Hanya saja saat kemunculan pertama, masyarakat Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur belum terlalu merespon hal tersebut. Hingga akhirnya, manusia bertopeng kembali muncul pada Rabu (14/1/2026) dan mengejar warga.
"Muncul pertama pada Minggu, kemudian pada Rabu lalu. Sempat melakukan pengejaran ke warga, sehingga warga resah," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunpadang.com via telepon whatsapp, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan ciri-ciri dari manusia bertopeng tersebut, hanya mengenakan celana dalam, bawa parang dan wajahnya ditutupi. Manusia bertopeng itu muncul saat malam hari.
Warga mengaku, ada yang melihat di batang pohon, jalan dan lain sebagainya. Tak hanya itu, manusia bertopeng itu juga dominan terlihat oleh warga yang berjenis kelamin perempuan.
"Tapi yang laki-laki juga pernah melihat, namun hanya tampak bagian belakang atau punggung," terangnya.
Kendati demikian, sejak kemunculan kedua tersebut, polisi, brimob, perangkat jorong hingga masyarakat langsung patroli mencari keberadaan manusia bertopeng yang meresahkan warga tersebut.
Akan tetapi, karena kondisinya gelap dan penerangan tidak memadai, terduga pelaku belum berhasil ditemukan hingga saat ini.
"Karena malam, jadi susah bertemu. Kami mencari hampir 100 orang an, namun tidak juga berhasil," katanya.
Untuk mengantisipasi kemunculan teror manusia bertopeng ke depannya, Yoka menyebut bakal membicarakan kembali langkah ke depannya bersama masyarakat dan perangkat lainnya.
Sebab, hingga sekarang, warga menjadi takut, khususnya perempuan yang sampai enggan keluar saat malam hari. Hal ini karena pelaku kerap menampakkan dirinya di depan perempuan.
"Nanti malam kita rapatkan lagi, bagaimana solusi untuk pencariannya," tambahnya.