TRIBUNNEWSMAKER.COM - Upaya Roby Tremonti untuk memulihkan nama baiknya pasca perilisan buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans justru berujung petaka.
Alih-alih mendapatkan simpati publik setelah dituding melakukan child grooming di masa lalu, Roby kini menjadi bulan-bulanan warganet akibat sebuah kecerobohan yang tak terduga.
Dalam sebuah sesi klarifikasi yang seharusnya menjadi panggung pembelaan diri, bukti percakapan pribadi (DM) Instagram milik Roby dengan penyedia jasa buzzer justru bocor ke publik.
Warganet dibuat heboh setelah tangkapan layar DM tersebut tersebar luas.
Dalam percakapan tersebut, terlihat jelas Roby tengah menyusun skenario untuk membalikkan opini publik yang menyudutkannya.
Baca juga: 7 Mantan Pacar Aurelie Moeremans Sebelum Dinikahi Tyler Bigenho, Termasuk Marcello Tahitoe
Tidak hanya sekadar meminta bantuan, Roby bahkan kedapatan sedang melakukan negosiasi harga untuk jasa "pembersihan nama" tersebut.
Sontak, hal ini memicu reaksi negatif dari netizen.
Publik menilai, jika Roby memang merasa benar dan tidak melakukan child grooming seperti yang diceritakan Aurelie, ia tidak perlu menggunakan kekuatan "pasukan bayaran" untuk mencuci citranya.
Selain isu buzzer, Roby tetap bersikukuh pada narasi lamanya. Ia membantah keras telah melakukan manipulasi terhadap Aurelie yang saat itu masih berusia 15 tahun.
Roby mengeklaim bahwa hubungan mereka di masa lalu adalah pernikahan sah yang didasari komitmen agama.
Baca juga: 7 Pria Mantan Pacar Aurelie Moeremans: Roby Tremonti, Marcello Tahitoe hingga Giorgino Abraham
Klaim ini dinilai kontradiktif oleh banyak pihak.
Pasalnya, otoritas Gereja Katolik yang pernah menikahkan mereka di Cibinong pada 2011 silam justru telah mengeluarkan surat resmi pembatalan pernikahan (annulment).
Status pernikahan tersebut dianggap tidak sah karena adanya unsur paksaan atau cacat hukum gereja sejak awal.
Bocornya percakapan dengan buzzer ini seolah menjadi "bensin" bagi api kemarahan netizen.
Banyak yang menganggap tindakan Roby sebagai bentuk ketidaktulusan dalam menghadapi fakta-fakta yang diungkap Aurelie dalam bukunya.
Tersebarnya bukti percakapan ini semakin menguatkan dugaan netizen soal Roby yang benar-benar melakukan child grooming pada Aurelie.
Logika sederhana yang berkembang di media sosial adalah, "Jika tidak bersalah, mengapa harus membayar orang untuk meyakinkan publik bahwa Anda benar
(Tribunnewsmaker.com/Candra)