Tribunlampung.comid, Bandar Lampung – Taman Nasional Way Kambas (TNWK) resmi menutup akses bagi kunjungan wisata umum mulai Jumat (16/1/2026).
Meski salah satu ikon wisata Lampung ini ditutup, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung memastikan hal tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap geliat pariwisata di Bumi Ruwa Jurai.
Kepala Dinas Parekraf Bobby Irawan mengatakan bahwa, Provinsi Lampung memiliki banyak opsi wisata untuk pelancong, mulai pantai, gunung, taman, hingga kuliner.
Dia pun mengatakan bahwa penutupan TNWK sendiri hanya ini bersifat sementara dan didasari oleh faktor keamanan serta manajemen konflik satwa.
"TNWK ditutup dengan alasan utama karena sempat terjadi konflik antara gajah liar dengan masyarakat di sekitar kawasan," ujar Bobby saat diwawancarai, Jumat (16/1/2206).
Bobby menambahkan, terbatasnya personel di lapangan membuat pihak pengelola harus melakukan skala prioritas melakukan mitigasi dan pengamanan konflik di sekitar kawasan taman nasional.
"Penutupan ini sementara, bukan permanen. Tinggal kita lihat perkembangan situasinya bagaimana untuk menentukan kapan akan dibuka kembali untuk umum," lanjutnya.
Meski wisata umum ke TNWK dilarang, Bobby mengaku telah mendapat konfirmasi bahwa aktivitas tertentu masih diperbolehkan dengan syarat ketat.
"Kegiatan seperti penelitian, magang mahasiswa, dan kegiatan pendidikan masoh boleh, dengan catatan semua aktivitas tersebut harus tetap mengikuti SOP yang berlaku di Taman Nasional," tegas Bobby.
Terkait wisatawan yang sudah menjadwalkan kunjungan untuk melihat gajah, Bobby Irawan mengatakan Way Kambas bukanlah satu-satunya pilihan.
Ia pun memberikan beberapa alternatif destinasi pengganti bagi wisatawan yang i gin interaksi dengan gajah.
"Khusus untuk interaksi dengan gajah, kita punya Pemerihan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang berlokasi di PesisirBarat. Lalu kita juga punya Destinasi yang berada di dalam Kota Bandar Lampung ada Lembah Hijau," ujarnya.
Menurutnya, ini menjadi pilihan paling representatif dan dekat bagi masyarakat yang ingin berinteraksi dengan gajah.
Selain itu, Bobby menyebut Lampung memiliki keragaman destinasi lainnya meliputi 170 pulau di Teluk Lampung dan Teluk Semangka, hingga wisata pegunungan dan kuliner.
"Kita punya banyak pulau, kita ada gunung, wisata kuloner kita juga beragam" kata dia.
Lebih lanjut, Bobby optimis penutupan TNWK tidak akan menurunkan angka kunjungan wisata ke Lampung secara drastis.
Terlebih, dia menyebut dukungan perbaikan infrastruktur menuju lokasi wisata telah masif dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
"Way Kambas memang magnet utama, terutama bagi turis mancanegara. Namun, destinasi kita sekarang sangat beragam. Dukungan infrastruktur yang baik membuat akses ke tempat wisata lain semakin mudah, sehingga kami yakin pengaruh penutupan ini tidak akan terlalu signifikan," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)