Update Aktivitas Gunung Burni Telong: Gempa Vulkanik Meningkat, Status Waspada Bertahan
January 16, 2026 05:49 PM

​Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong melaporkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan pada gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah tersebut.

Baca juga: Dalam Dua Hari 25 Gempa Vulkanik Terdeteksi di Gunung Burni Telong, Warga Dilarang Mendekati Kawah

Dimana berdasarkan hasil pengamatan selama 48 jam terakhir, sejak Rabu (14/1/2026)  hingga Kamis (15/1/2026), status gunung setinggi 2.623 meter dari permukaan laut (mdpl) ini masih bertahan di Level II (Waspada).

Jumlah Gempa Vulkanik Alami Kenaikan Signifikan

​Data terbaru yang dihimpun TribunGayo.com pada Jumat (16/1/2026), menunjukkan bahwa Gunung Burni Telong mengalami tren kenaikan jumlah gempa vulkanik secara signifikan. 

Jika pada Rabu (14/1/2026) tercatat sebanyak 4 kali gempa vulkanik dalam, dan jumlah tersebut melonjak menjadi 11 kali kejadian pada Kamis (15/1/2026).

​Meski aktivitas di bawah permukaan meningkat, secara visual puncak Gunung Burni Telong terpantau cenderung tenang. 

Petugas pengamat, Suwardi Putra, melaporkan bahwa asap kawah tidak teramati selama dua hari terakhir. 

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Burni Telong Sepekan Terakhir: 87 Gempa Terekam, Status Tetap Waspada

Cuaca di sekitar puncak terpantau cerah dengan suhu udara dingin berkisar antara 17-25°C.

Dalam laporan resminya, Suwardi menyebutkan bahwa gunung tampak jelas hingga terkadang tertutup kabut, dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan barat laut.

PVMBG Keluarkan Rekomendasi untuk Warga

Menyikapi status Waspada ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat, wisatawan, maupun pendaki.

Masyarakat dilarang keras mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer (Km) dari puncak. 

Selain itu, warga diminta untuk tidak berada di sekitar daerah fumarola dan solfatara (lubang gas belerang), terutama saat cuaca mendung atau hujan, guna menghindari risiko konsentrasi gas beracun yang tinggi.

​Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap tenang namun waspada dengan selalu merujuk pada informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong atau aplikasi MAGMA Indonesia. 

Hingga saat ini, petugas terus memantau perkembangan aktivitas magma secara intensif dari pos pengamatan guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan status lebih lanjut. (*)

Baca juga: Status Gunung Burni Telong Turun ke Waspada, 1.659 Warga Timang Gajah Kembali ke Rumah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.