Aroma Scudetto Sudah Tercium, Allegri Ulangi Statistik Musim Juara AC Milan
January 16, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Aroma juara AC Milan sudah tercium. Rossoneri kembali mengirim sinyal kuat dalam perburuan scudetto Liga Italia musim 2025/2026.

Kemenangan terbaru AC Milan melawan Como pada Jumat (16/1/2026) menjadi sinyal terbaru. Rossoneri 1-3 menang dengan cara comeback setelah sempat tertingal lebih dulu.

Kebobolan gol lebih dulu di 10 menit pertama, AC Milan bangkit di babak kedua setelah menyamakan skor sebelum turun minum.

Kemenangan di pekan ke-20 Serie A ini bukan sekadar tiga poin, melainkan cerminan kematangan tim asuhan Massimiliano Allegri.

Milan memang kalah banyak hal dalam statistik, tapi mereka tampil efisien, tahan banting, dan mematikan.

Sepanjang babak pertama, Como tampil dominan dan menciptakan banyak peluang. Namun, performa luar biasa Mike Maignan di bawah mistar menjaga Milan tetap hidup.

Momen krusial datang tepat sebelum jeda, saat Christopher Nkunku mengeksekusi penalti dengan dingin untuk menyamakan skor. 

Di babak kedua, dua gol Adrien Rabiot membalikkan keadaan, meski secara statistik Milan tidak mendominasi jalannya laga.

Baca juga: AC Milan Nodai Sinigaglia, Allegri yang Cerdik Kalahkan Como 1-3

Milan Efektif

Secara angka, Como unggul di hampir semua metrik utama. Mereka menguasai 68 persen penguasaan bola, mencatatkan 18 tembakan berbanding 7 milik Milan.

Tak cukup, tim milik Grup Djarum kepunyaan Hartono Bersaudara ini juga unggul expected goals (xG) 1,87 berbanding 1,28. Bahkan akurasi operan Como mencapai 94 persen (617 dari 659 umpan). 

Namun sepak bola tidak selalu tentang dominasi statistik, dan Milan memenangkannya dengan kualitas individu serta ketenangan di momen krusial.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, tak menutupi kekagumannya pada efektivitas yang ditunjukkan AC Milan.

"Kami memberi selamat kepada Milan malam ini, mereka menang dan berhak merayakannya," kata Fabregas, dikutip dari Football Italia.

"Sekarang saya harus fokus mengangkat mental para pemain saya. Menang atau kalah, kami harus terus bertumbuh dan berkembang," tambahnya.

Skor 1-3 ini menjadi kekalahan pertama Coma di kandang sendiri. Mereka sejauh ini baru empat kali kalah, tiga sebelumnya di laga tandang dan saat bersua tim besar seperti Inter Milan, AS Roma dan Bologna.

Namun tiga kekalahan itu didapat di laga tandang. Hanya Milan yang bisa mengalahkan di laga kandang.

Bahkan Juventus-pun dibuat pulang dengan tertunduk oleh Como dengan kekalaham 2-0 di Stadio Giuseppe Sinigaglia

"Saya biasanya berbicara dengan pemain tepat setelah peluit akhir, tetapi hari ini saya tidak bisa melakukannya," katanya.

"Apa yang bisa Anda katakan kepada pemain yang tampil seperti ini tapi kalah 3-1? Itu tidak sering terjadi."

"Milan layak mendapat kredit atas permainan mereka. Bravo untuk Maignan dan Rabiot. Terkadang Anda hanya bisa memberi hormat dan mengatakan bahwa kualitas individu yang menentukan," kata mantan pemain Arsenal ini.

Pemain AC Milan berpelukan setelah mengalahkan Roma 1-0 di Stadion San Siro, Senin (3/11/2025). Milan menang berkat gol semata wayang Strahinja Pavlovic pada menit ke-39.
BERPELUKAN - Pemain AC Milan berpelukan setelah mengalahkan Roma 1-0 di Stadion San Siro, Senin (3/11/2025). Milan menang berkat gol semata wayang Strahinja Pavlovic pada menit ke-39. (Instagram AC Milan)

Di sisi lain, Allegri menilai ketahanan mental timnya sebagai kunci kemenangan. 

"Kami memulai dengan empat gelandang saat menguasai bola untuk menciptakan lebih banyak jalur umpan dengan Fofana,"

"Tetapi setelah tertinggal kami kehilangan kesatuan dan mengambil cukup banyak risiko dari umpan terobosan dan serangan balik mereka, jadi Maignan menjaga kami tetap hidup," ujar Allegri.

"Setelah kami menyamakan kedudukan melawan Como yang kuat dan bermain sangat baik, saya menambah jumlah penyerang."

"Namun setelah berbalik unggul, saya kembali ke cara awal. Ini adalah tim yang sangat tangguh dan menginginkan hasil dengan segala cara," kata Allegri.

Baca juga: Paruh Musim Liga Italia: Inter Juara, Napoli Terjegal, Milan Memupuk Harapan

Memori Juara

Bagi AC Milan, kemenangan ini menjadi sarat makna. Di liga, Rossoneri memainkan 20 laga dan hanya sekali menelan kekalahan saja.

Catatan ini sangat langka. Hanya dua kali Milan pernah membuatnya di era tiga poin, yakni pada musim 1995-96 dan 2003-04, di mana di dua musim tersebut, AC Milan akhirnya keluar sebagai juara. 

Saat ini, AC Milan menempati runner up. Skuad Allegri mencatatkan 43 poin, satu-satunya tim yang masih berada dalam jarak tiga poin dari pemuncak klasemen Inter, menjaga persaingan Scudetto tetap hidup.

Christian Pulisic dkk menjadi tim paling sedikit kalah. Bahkan mereka lebih baik dari Inter yang sudah empat kali kalah.

Jika tren ini terus berlanjut, pujian Fabregas bukan sekadar basa-basi. Bau-bau Scudetto semakin terasa di Milanello, dan Milan-nya Allegri kian tampak pantas untuk diperhitungkan hingga akhir musim.

(Tribunnews.com/Tio)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.