BANGKAPOS.COM - CPNS 2025–2026 Berubah Total, Ujian Tak Lagi Serentak dan Nilai Berlaku 2 Tahun
Seleksi CPNS 2025–2026 dipastikan mengalami perubahan besar.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan sistem baru yang membuat ujian tak lagi digelar serentak secara nasional.
Peserta bisa mengikuti tes sesuai kesiapan masing-masing, bahkan nilai ujian dikabarkan berlaku hingga dua tahun.
Baca juga: Pegawai SPPG Diangkat Jadi PPPK Mulai Februari 2026, Ini Penjelasan BGN dan Besaran Gajinya
Skema ini digadang-gadang lebih fleksibel, hemat biaya, dan memberi peluang lebih besar bagi pelamar CPNS.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan rencana perubahan besar pada sistem seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2025–2026.
Salah satu terobosan utamanya adalah ujian yang tidak lagi digelar serentak secara nasional.
Kepala BKN Prof Zudan Arif Sulaiman menyatakan, perubahan ini bertujuan untuk menekan biaya pelaksanaan seleksi.
Selama ini, biaya seleksi CPNS dinilai terlalu tinggi.
“Tahun 2024–2025 kita mengetes 6,6 juta peserta untuk menerima 1 juta CPNS,” ungkapnya dalam pembukaan pelatihan dasar CPNS Kemenag, Juli 2025 lalu.
"Dan biayanya mencapai Rp1,1 triliun,” lanjut Zudan.
Pelatihan dasar CPNS itu berlangsung pada Juli 2025 lalu.
Dalam skema baru ini, BKN berencana memberikan fleksibilitas kepada peserta. Peserta dapat mengikuti ujian kapan saja dalam periode tertentu.
Ujian tidak akan terpusat pada satu waktu nasional seperti sebelumnya.
Ujian dapat diakses sesuai kesiapan masing-masing peserta.
Tak hanya itu, hasil ujian CPNS nantinya dikabarkan akan berlaku hingga dua tahun.
Sistemnya mirip dengan sertifikasi seperti TOEFL.
Hal ini memungkinkan peserta yang belum berhasil lolos formasi tertentu di tahun pertama.
Mereka dapat kembali mencoba di tahun berikutnya tanpa mengulang seluruh proses
Baca juga: Sosok Rival Altaf Anak Indigo, Ucapannya Jadi Kenyataan soal Lokasi Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet
WNI dengan identitas resmi.
Pendidikan minimal D3 (banyak formasi mensyaratkan S1/S2).
Usia 18–35 tahun (khusus dokter/dosen bisa hingga 40 tahun).
Sehat jasmani dan rohani.
Tidak pernah diberhentikan tidak hormat.
Tidak memiliki catatan pidana ≥ 2 tahun.
Tidak sedang berstatus CPNS/PNS/TNI/Polri.
Dokumen yang Harus Disiapkan
KTP atau surat keterangan domisili.
Ijazah & transkrip nilai terakhir.
Pas foto terbaru (latar belakang merah/biru).
Surat lamaran resmi.
Dokumen tambahan sesuai formasi (misalnya STR atau sertifikat kompetensi).
Pastikan semua dokumen asli, valid, dan di-scan dengan kualitas baik agar mudah terbaca.
Tahapan Seleksi CPNS 2026
Seleksi Administrasi: verifikasi dokumen.
Tes SKD (CAT): TWK, TIU, TKP.
Tes SKB: sesuai formasi (wawancara, praktik, kesehatan, dll).
Pengumuman akhir: transparan via SSCASN.
Tips Lolos CPNS 2026
Pilih formasi sesuai kualifikasi pendidikan.
Siapkan dokumen sejak awal.
Gunakan email & nomor telepon aktif.
Belajar intensif soal CAT (SKD) karena jadi penentu utama.
Pemerintah memastikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 akan tetap dibuka, meski hingga kini jadwal resminya belum diumumkan.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan proses persiapan seleksi CPNS 2026 masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus perhitungan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di kementerian dan lembaga.
Menteri PAN-RB Rini Widyantini menegaskan, peluang pembukaan CPNS 2026 masih sangat terbuka, terutama bagi lulusan baru atau fresh graduate.
“Kemarin kan kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer. Ke depannya saya sih berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” ujar Rini di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Rini menjelaskan, Kementerian PAN-RB telah meminta semua kementerian dan lembaga melakukan analisis kebutuhan pegawai sesuai strategi pembangunan lima tahun ke depan.
Analisis tersebut dilakukan untuk melihat jabatan yang benar-benar membutuhkan regenerasi ASN.
“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate,” lanjut Rini.
Analisis kebutuhan juga dilakukan terhadap kementerian dan lembaga baru untuk memastikan ada jabatan yang memerlukan tambahan pegawai.
Sebagai informasi, pendaftaran CPNS terakhir digelar pada Agustus 2024 dengan total 250.407 formasi di 547 instansi pusat dan daerah.
Berkaca dari penerimana CPNS sebelumnya, terdapat sejumlah instansi sepi peminat pelamar CPNS.
Berikut Daftar Instansi Sepi Peminat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Sejumlah formasi yang bisa direkomendasikan untuk calon pelamar.
Berikut kisaran gaji di 10 kementerian yang sepi peminat dalam pendaftaran CPNS 2024.
1. Setjen Komnas HAM
Formasi: 38
Jumlah pelamar: 292
Gaji di Sekjen MPR bervariasi, namun paling tinggi untuk lulusan S1 bisa mencapai Rp 12,5 juta.
2. Sekretariat Jenderal MPR
Formasi: 25
Jumlah pelamar: 306
Pada salah satu jabatan yaitu Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi, gaji yang didapat antara Rp 2,79- Rp 5,4 juta per bulan.
3. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Formasi: 61
Jumlah pelamar: 311
Salah satu kementerian sepi peminat lainnya, yakni kemenpak RB.
Gaji lulusan S1 untuk di Kemenpan RB rata-rata mulai Rp 9,67 sampai Rp 12,29 juta per bulan.
4. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Formasi: 65
Jumlah pelamar: 314
Jika mendaftar jabatan Fasilitator Pemerintahan selama CPNS 2024, ada gaji mulai Rp 3 hingga Rp 6 juta per bulan.
5. Badan Riset dan Inovasi Nasional
Formasi: 500
Jumlah pelamar: 397
Rentang penghasilan yang akan diperoleh Peneliti Ahli Muda, sebesar Rp 7.000.000,00 sampai Rp 11.000.000,00
6. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
Formasi: 53
Jumlah pelamar: 570
Bila lolos CPNS 2024 di BPIP, maka gajinya cukup variatif. Misalnya posisi Auditor Ahli Pertama rentang gaji mulai Rp 8,89 - Rp 9,93. Lalu Penata Kelola Hukum dan Perundang undangan mulai Rp 6,96 hingga Rp 7,38.
7. Setjen WANTANNAS (Dewan Ketahanan Nasional)
Formasi: 86
Jumlah pelamar: 731
Gaji di Setjen Wantannas mulai Rp 6,71- Rp 8, 06 juta per bulan.
8. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Formasi: 194
Jumlah pelamar: 773
Gaji di BNPT mulai dari Rp 5,5 juta- Rp 8 juta per bulan.
9. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (Setjen KY)
Formasi: 145
Jumlah pelamar: 848
Gaji Setjen KY jika dinyatakan lolos di CPNS 2024 ini mulai dari Rp 5- Rp 9 juta per bulan.
10. Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan
Formasi: 86
Jumlah pelamar: 946
Jika lolos ke kementerian ini, gaji yang didapat bisa tembus Rp 9 juta per bulan.
Demikian informasi mengenai kisaran gaji yang bakal diperoleh di Kementerian sepi peminat selama CPNS 2024.
Apakah kamu sudah siap mendaftar CPNS 2026 kalau dibuka?
(Tribunnews/Kompas/Bangkapos.com)