Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Indramayu.
Plt Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) BMKG Kertajati, M Syifa'ul Fuad, mengatakan, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Indramayu hingga Cirebon.
Bahkan, menurut dia, kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga akhir bulan ini, karena wilayah Indramayu memasuki masa puncak musim hujan, sehingga turut berdampak pada kondisi perairan.
"Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kami, diperkirakan potensi ketinggian gelombang di perairan Indramayu maksimal mencapai 1,5 meter," kata M Syifa'ul Fuad saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Jumat (16/1/2026).
Ia pun mengimbau para nelayan di Kabupaten Indramayu untuk lebih berhati-hati saat melaut, dan selalu mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Indramayu hingga Cirebon.
Pihaknya mengingatkan para nelayan untuk selalu membawa perlengkapan keselamatan saat melaut demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Terutama bagi nelayan yang menggunakan kapal berbobot kecil harus mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum pergi melaut, dan mewaspadai potensi gelombang tinggi," ujar M Syifa'ul Fuad.
Selain itu, ia juga mengingatkan para nelayan untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin di perairan Indramayu yang diprediksi mencapai 25 knot atau 42 kilometer per jam.
Termasuk mewaspadai potensi pembentukan awan-awan konvektif di wilayah perairan Indramayu hingga Cirebon yang disertai hujan lebat, angin kencang, dan badai guntur.
Fuad mengakui, kondisi itu dipicu keberadan beberapa pusat tekanan rendah di selatan Pulau Jawa, dan perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara belahan bumi utara serta selatan.
"Angin itu udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke rendah akibat tekanan udara, dan jika perbedaan tekanannya semakin besar maka kecepatan anginnya semakin tinggi," kata M Syifa'ul Fuad.
Baca juga: BMKG Imbau Nelayan dan Wisatawan Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Laut Selatan