TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memastikan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Saat Ramadan, biasanya, permintaan akan bahan pokok meningkat.
Tak hanya stok yang aman, harga sejumlah bahan pokok di Banyumas juga mengalami penurunan seusai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pokok Banyumas atau Sigaokmas per Jumat (16/1/2026), beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan harga di antaranya beras, daging ayam, daging sapi beras, juga minyak goreng
Selain itu, harga bumbu dapur semisal cabai, bawang merah, dan bawang putih juga turun.
Bahkan, harga cabai rawit merah di Banyumas yang sempat mencapai Rp80 ribu saat periode libur Nataru, kini tinggal Rp35.563 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah besar dan cabai merah keriting berada di kisaran Rp28.000-Rp29.500 per kilogram.
Kemudian, harga cabai rawit hijau tercatat di angka Rp36.375 per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat berada di atas Rp38.640 per kilogram.
Sementara, harga bawang merah di angka Rp35.900, bawang putih kating Rp36.500, dan bawang putih honan Rp33.400 per kilogram.
Baca juga: Harga Daging Ayam dan Telur di Banyumas Masih Tinggi, Harga Cabai Berangsur Turun
Adapun harga daging ayam yang sempat menembus Rp41 ribu per kilogram, kini berada di angka Rp38.350 per kilogram.
Hanya saja, harga telur ayam masih tinggi, di angka Rp29.600 per kilogram.
Sementara, harga daging sapi di kisaran 101.000-Rp137.000 per kilogram, tergantung bagiannya.
Dan, harga beras di kisaran 13.600-Rp16.100 per kilogram.
Beras Bulog SPHP di angka Rp12.188 per kilogram.
Menjelang Ramadan, Pemkab Banyumas terus mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan bahan pokok di pasar-pasar tradisional guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan konsumsi masyarakat saat Ramadan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi mengatakan, monitoring dilakukan secara rutin meskipun jarak antara perayaan Nataru dan Ramadan tahun ini relatif berdekatan.
"Kami rutin melakukan monitoring."
"Kalau ada kenaikan harga tapi masih dalam batas wajar, kami tidak langsung melakukan intervensi."
"Yang terpenting saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan tetap aman," kata Gatot kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (16/1/2026).
Apabila dari hasil pemantauan ditemukan potensi risiko terhadap ketersediaan bahan pokok, pihaknya segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pertanian dan instansi pengampu lain, untuk memastikan sumber pasokan tetap terjaga.
Menurut Gatot, hingga saat ini, pasokan sejumlah komoditas utama, semisal telur ayam, daging ayam, dan daging sapi masih mencukupi kebutuhan pasar.
Bahkan, stok beberapa komoditas sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari satu bulan, khususnya saat masa libur Nataru.
"Sekarang, jaraknya belum sampai satu bulan dari Nataru, jadi sampai hari ini kami pastikan semua kebutuhan pasar masih aman."
"Bulan berikutnya akan kami evaluasi kembali setelah dilakukan pemantauan harga dan pasokan," ujarnya.
Baca juga: Disuruh Gali Potensi Desa, 1008 Mahasiswa KKN UMP Disebar ke Tegal dan Banyumas
Gatot juga menyebutkan, fluktuasi harga pasca-Nataru cenderung stabil.
Bahkan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat.
"Setelah Nataru, harga relatif kembali normal."
"Untuk Ramadan, pengaruhnya lebih pada peningkatan permintaan."
"Kalau pasokannya aman, fluktuasi harga tidak akan terlalu besar," katanya.
Pemantauan harga dan pasokan, lanjut dia, akan lebih diintensifkan sekitar sepekan menjelang Ramadan.
Evaluasi akan dilakukan langsung ke distributor dan sumber-sumber pasokan bahan pokok.
Apabila dalam evaluasi ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan khusus, Pemkab Banyumas akan mengambil langkah strategis dengan melibatkan kepala daerah.
"Kalau ada situasi yang kami anggap penting, nanti bisa dilakukan pemantauan khusus bersama Pak Bupati dan pengambilan langkah yang diperlukan," tegas Gatot.
Ia menambahkan, masyarakat dapat memantau perkembangan harga bahan pokok melalui laman Sistem Informasi Harga Bahan Pokok Banyumas (Sigaokmas).
Selain itu, media sosial resmi Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banyumas juga akan menyajikan informasi terbaru terkait harga dan ketersediaan pasokan.
"Insyaallah harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat masih aman."
"Bahkan, beberapa komoditas seperti cabai, daging ayam ras, dan telur ayam ras cenderung turun," katanya.
Salah seorang pedagang daging ayam ras di Pasar Jatilawang, Muji Lestari mengatakan, meskipun ayam dalam harga yang turun tapi tidak sama dengan tingkat kelarisannya.
"Sekarang itu asal habis saja dagangannya sudah mending, karena pedagang sudah banyak di pasar-pasar desa yang kecil."
"Jadi, tingkat kunjungan ke pasar sedikit menurun," katanya.
Dalam sehari, di hari biasa, dia bisa menjual hingga 30 kilogram ayam potong.
"Kalau tidak laku di pasar, ya kita bawa rumah, lalu di frozen dan dijual buat warga atau tetangga, biasanya," katanya. (*)