Kota Batu Minim Tempat Nongkrong 24 Jam, Wisatawan Lebih Pilih Turun ke Kota Malang
January 16, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemkot Batu harus mengonsep tata kelola kota wisata dengan tepat, agar wisawatan lebih betah ketika berada di Kota Batu.

Pasalnya, saat ini fenomena yang terjadi, para wisatawan yang datang dari luar kota maupun Malang Raya, lebih memilih untuk menghabiskan waktu malam harinya di Kota Malang.

Itu tak lepas dari banyaknya pilihan kafe maupun kuliner 24 jam di Kota Malang dibanding di Kota Batu.

“Saat malam hari itu menjadi waktu yang pas untuk ngopi, sedangkan di Kota Batu pilihannya minim dan tempatnya kurang nyaman."

"Sehingga saya memilih ngopi di Kota Malang."

"Banyak tempat kopian yang hits, murah dan nyaman di sana."

"Kalau Kota Batu itu paling ramai malam hari cuma di Alun-alunnya,” kata wisatawan asal Bojonegoro yang kuliah di Malang, Tama, kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Lapangan Desa Sumberejo Kota Batu Berpotensi Jadi Training Center Klub Liga 1 dan Timnas Indonesia

Fenomena banyaknya wisatawan yang cenderung menghabiskan waktu di Kota Batu hanya saat pagi hingga siang hari itu, juga dibenarkan oleh mantan Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, saat momen Nataru lalu.

Andi mengatakan banyak wisatawan yang berangkat pagi ke Kota Batu dan pada siang atau sore bergeser turun ke Kota Malang.

PR Pemkot Batu

Terkait kondisi itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengakui itu menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Batu agar Kota Batu dapat menarik wisatawan, tidak hanya untuk berlibur tapi juga sebagai tempat jujukan untuk ngopi dan nongkrong di malam hari.

“Itu menjadi PR kami. Itu bisa dilihat dari alur lalu lintas dan trafficnya, ketika siang hari itu wisatawan itu beraktivitas di Kota Batu."

"Tapi sore hari setelah berwisata itu cenderung ke Malang untuk kulineran. Nah ini yang belum terbangun di Kota Batu,” ujar Heli Suyanto.

Ke depan, lanjut Heli, Pemkot Batu akan gencar menata tata kota termasuk tempat-tempat wisata malam keluarga agar pusat keramaian tidak hanya di Alun-Alun Kota Batu saja.

“Kita harus bikin tempat-tempat yang menarik untuk wisatawan."

"Tidak hanya suguhan kuliner saja, tapi mungkin tempatnya juga."

"Jadi nanti Batu ini banyak tempat yang view nya tidak dikalahkan daerah-daerah lain,” jelasnya.

Menurut Heli, saat ini Pemkot Batu masih membuat perencanaan terkait penataan di kawasan Alun-alun Kota Batu, mengingat di situ lokasi yang menjadi favorit wisatawan ketika datang ke Kota Batu.

Tak lupa, ia menyoroti minimnya tempat makan dan nongkrong yang buka 24 jam, sehingga tak dipungkiri itu membuat wisatawan memilih turun ke Kota Malang.

“Sementara di Kota Batu ini juga masih minim tempat makan nongkrong yang 24 jam."

"Itu yang juga dikeluhkan beberapa wisatawan. Mungkin kalau ada tempat-tempat kuliner yang bisa nongkrong 24 jam, makan, mungkin kan sambil menikmati alam, sambil menikmati sunrise, itu kan bagus,” pungkas Wawali yang memiliki khas brewok tebal itu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.