Tanggul Kalimalang Jebol, Dusun di Karawang Terendam Banjir
kumparanNEWS January 16, 2026 05:57 PM
Tanggul Irigasi Tarum Barat (Kalimalang) di Desa Margakaya, Kampung Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, jebol pada Jumat pagi (16/1). Akibatnya, satu dusun di desa tersebut terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30-70 sentimeter.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyebut tanggul tersebut telah jebol sejak pukul 06.00 WIB. Awalnya, keretakan hanya sepanjang 2 meter, namun kemudian melebar hingga 6 meter.
“Penyebabnya karena tanggul tersebut usianya sudah tua,” ungkap Aep di lokasi kejadian.
Akibat jebolnya tanggul, sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sementara itu, luas area persawahan yang terendam masih dalam proses pendataan.
Untuk penanganan sementara, pemerintah daerah akan membangun tanggul darurat menggunakan bronjong guna meminimalkan luapan air ke permukiman warga.

Minta BBWS Bekerja

Bupati Karawang Aep Syaepuloh di lokasi Tanggul Irigasi Tarum Barat yang jebol. Dok: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Karawang Aep Syaepuloh di lokasi Tanggul Irigasi Tarum Barat yang jebol. Dok: kumparan
Selain itu, Aep meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum segera melakukan perbaikan tanggul secara permanen.
“Penanggulangan sementara, saya sudah telepon BBWS untuk mengecilkan debit air. Target sementara yang penting tertanggulangi dulu, nanti selebihnya BBWS,” terang Aep.
“Saya harap ini sudah menjadi kewajiban BBWS. Tanggul ini sudah lama, jadi tolong dicek agar tidak terjadi jebol lagi ke depannya,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno, menjelaskan bahwa di titik tanggul yang jebol terdapat sifon yang berfungsi sebagai jalur aliran air, terutama untuk mengairi sawah.
Akibat keretakan hingga jebol, aliran air irigasi masuk ke sifon yang terhubung langsung ke permukiman warga.
“Ada sifon yang dipakai sebagai jalur lalu lintas air, ditambah peningkatan struktur di atas tanggul. Karena sudah tua, akhirnya jebol. Awalnya memang sudah terlihat ada retakan,” jelasnya.
Tri menyebutkan, proses perbaikan kemungkinan memakan waktu. Untuk sementara, penanggulangan darurat diperkirakan berlangsung sekitar 3-5 hari.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Niha, mengaku baru pertama kali mengalami kejadian tersebut.
Ia tidak melihat langsung awal kejadian. Saat keluar rumah, kondisi sudah ramai akibat tanggul jebol.
“Saya kurang tahu jam berapa awalnya, tahu-tahu sudah ramai. Ini pertama kali wilayah Badami banjir,” katanya.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.