Masyarakat Desa Sungkap Menggelar Tradisi Tahunan Bulan Syakban Gotong Royong Nyiang Kubur
January 16, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjelang bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah, atau yang biasa disebut bulan Ruwah, masyarakat Desa Sungkap, Kabupaten Bangka Tengah, menggelar tradisi rutin membersihkan pemakaman atau kubur kerabat.

Tradisi yang dinamakan Nyiang Kubur ini bermakna membersihkan area pemakaman. Pada tahun ini, agenda Nyiang Kubur di Desa Sungkap berlangsung bertepatan dengan hari Jumat (16/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, hampir seluruh warga desa, khususnya para laki-laki, ikut terlibat dalam agenda ini.

Bermodalkan alat-alat pertanian sederhana seperti cangkul dan sabit, warga bergotong royong membersihkan setiap jengkal area perkuburan setempat.

Mereka tampak membagi tugas dengan rapi. Ketika sebagian mencangkul rerumputan liar, beberapa warga lainnya sigap mengumpulkan sampah-sampah tersebut.

Pekerjaan yang dilakukan secara gotong royong itu membuat setiap sudut pemakaman berubah menjadi lebih bersih dalam hitungan menit.

Suasana semakin hangat saat seluruh warga beramai-ramai menikmati hidangan yang telah disajikan usai proses pembersihan selesai.

Kue-kue tradisional hingga buah-buahan yang diletakkan panitia di bawah sebuah tenda pun langsung diserbu warga.

Perbincangan penuh keakraban tampak jelas ketika mereka saling berinteraksi sambil menyantap deretan hidangan.

Ketua Yayasan Masjid An-Nur Desa Sungkap, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa tradisi membersihkan makam menjelang Sya'ban telah dilakukan secara turun-temurun di daerahnya.

Namun, sebelumnya kegiatan tersebut hanya dilakukan secara mandiri oleh masing-masing keluarga dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda.

“Ini pelaksanaan kelima sejak dimulai pada akhir tahun 2022 lalu. Kami punya inisiatif ini. Biasanya dilakukan masing-masing keluarga, kemudian hasil musyawarah yayasan disepakati dilakukan secara gotong royong. Alhamdulillah, disambut baik oleh masyarakat,” kata Rahmad.

Ia menjelaskan, Nyiang Kubur bertujuan membersihkan perkuburan desa karena pada bulan Sya'ban biasanya banyak peziarah yang datang ke makam.

“Biasanya di bulan Sya'ban atau Ruwah itu banyak masyarakat yang ziarah ke kubur orang tua ataupun seperadik, kalau bahasa Bangkanya. Jadi saat mereka ziarah di bulan Sya'ban, makam sudah bersih,” imbuhnya.

Menurutnya, momen ini menjadi wujud kebersamaan sekaligus penghargaan kepada para leluhur. Oleh karena itu, banyak perantau asal Sungkap yang sengaja pulang kampung untuk mengikuti prosesi Nyiang Kubur.

“Ini sebenarnya umum, tetapi khusus laki-laki. Ada yang dari Jakarta, Bandung, pulang untuk membersihkan kubur,” terangnya.

Hal senada disampaikan Alexshandi, pria paruh baya yang lahir di Desa Sungkap namun telah lebih dari 30 tahun menetap di Jakarta.

Ia mengaku sengaja pulang pada momen Nyiang Kubur 2026 agar dapat ikut membersihkan makam keluarganya.

“Ini luar biasa, saya sampai merinding melihat antusiasme masyarakat. TNI dilibatkan, polisi dilibatkan. Yang lebih menarik lagi, Bupati ikut turun tangan,” ujarnya.

Alexshandi berharap semangat gotong royong masyarakat Desa Sungkap dapat ditiru oleh desa-desa lain di sekitarnya.

“Ini sangat luar biasa. Terima kasih masyarakat Desa Sungkap, kalian keren. Semoga menjadi inspirasi bagi banyak desa untuk melakukan kegiatan yang sama,” pungkasnya. 

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.