Fakta Baru Siswa SMP di Kalteng yang Mati Tak Wajar, Polisi Pastikan Lokasi Bukan di Kebun Sawit
January 16, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabar meninggalnya seorang pelajar SMP bikin geger warga di Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pasalnya, kematian siswa SMP itu terbilang tak wajar. Selain itu, dari kabar beredar disebutkan korban ditemukan di kawasan kebun sawit. 

Nurlaila, seorang warga setempat, membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Namun, dia mengaku hanya mengetahui informasi secara sekilas dari lingkungan sekitar.

Baca juga: Sempat Dikira Gantung Diri,  Wanita di Enrekeng Sulsel Ini Ternyata Tewas Dianiaya Suami

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, membenarkan adanya laporan penemuan seorang pelajar dalam kondisi meninggal dunia tersebut.

“Benar, kami menerima laporan dan saat ini personel masih lakukan penyelidikan di lapangan untuk kumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujar AKP Edy, Jumat (16/1/2026).

Dia menuturkan, polisi juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban serta pihak-pihak terkait guna memperoleh gambaran lengkap mengenai kronologi kejadian.

“Sampai saat ini penyebab maupun motif kejadian masih kami dalami. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari kepolisian,” ucapnya.

Tanpa buang waktu, personel Polsek Cempaga Hulu mendatangi lokasi kejadian. 

Dan terungkap ternyata bukan di kawasan kebun sawit seperti kabar beredar sebelumnya.

Melainkan Perumahan Estate SDME Blok 35 Divisi II Dusun Serawak, Desa Selucing, Kecamatan Cempaga Hulu.

“Saat tiba di TKP, petugas mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan telah diturunkan oleh warga, kemudian dibaringkan di ruang tengah rumah,” tutur AKP Edy.
 
Berdasar keterangan warga, korban diketahui berinisial ATR (17). Dia ditemukan tergantung pada seutas tali di pintu kamar rumah orangtuanya.

Saat olah TKP, polisi temukan tali nilon yang dilapisi kain baju hitam terikat di kusen pintu kamar. 

Selain itu, terdapat sebuah boks speaker yang diduga digunakan korban sebagai pijakan.

Korban selanjutnya dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan luar serta visum et repertum di Puskesmas Pundu oleh petugas medis.

Polisi Luruskan Informasi    

Setelah oleh TKP dan dapat keterangan dari saksi, polisi meluruskan informasi yang beredar  dan telanjur berkembang.

“Jadi, peristiwa ini bukan terjadi di kebun sawit, melainkan di rumah korban,” tegas AKP Edy.

Dia mengungkapkan, korban ATR pertama kali ditemukan oleh orangtuanya saat pulang ke rumah. 

Orangtua korban kemudian meminta bantuan warga sekitar yang secara spontan menurunkan korban.

Keluarga Tolak Autopsi

Terkait kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Mereka telah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum.

Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi.

Apalagi korban masih di bawah umur.

“Kami berharap masyarakat dapat menghormati privasi keluarga korban dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” pungkas AKP Edy.

(Tribun-Kalteng.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.