ASN Gresik Lempar Kaca Bus Trans Jatim, DPRD Jatim Minta Penindakan Tegas
January 16, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jatim soroti insiden pelemparan bus Trans Jatim yang terjadi di Gresik, Rabu (14/1/2026) kemarin. 

Agar kasus semacam ini tidak terulang, DPRD Jatim mendesak agar pelaku diberi efek jera.  

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif kaget begitu mendengar informasi insiden pelemparan ini. 

“Tentu, kami sangat menyayangkan insiden ini,” kata Khusnul Arif kepada TribunJatim.com saat dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat (16/1/2026). 

Baca juga: Pelaku Pelemparan Kaca Bus Transjatim di Pantura Gresik Ternyata Seorang ASN di Pemkab

Kronologi Insiden

Sebagai informasi, insiden tersebut terjadi saat Bus TransJatim melintas di di Jalan Raya Deandles, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik. 

Pelaku diketahui mengendarai motor roda dua itu melempar batu ke arah bus hingga menyebabkan kaca retak.

Saat kejadian, bus mengangkut 18 penumpang dan melaju dengan kecepatan normal sekitar 48 kilometer per jam. 

Dari penjelasan Dishub Jatim sebelumnya, saat peristiwa ini terjadi bus Trans Jatim berkode lambung JTM 404 tidak dalam kondisi mgebut ataupun kecepatan tinggi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Warga Manfaatkan Bus Trans Jatim untuk Wisata dan Mobilitas Harian

DPRD Jatim menyayangkan insiden pelemparan ini terlebih TransJatim merupakan moda transportasi publik yang saat ini digandrungi masyarakat. 

Sebagai transportasi publik yang diinisiasi Pemprov Jatim, Khusnul Arif berharap agar seluruh pihak menjaga TransJatim.

Politisi Partai NasDem ini menyayangkan peristiwa tersebut terlebih dilakukan oleh seorang ASN sebagai terduga pelaku. 

Identitas Pelaku

Untuk diketahui, pihak kepolisian Gresik telah menangkap pelaku pelemparan kaca bus TransJatim berinisial SD berusia 49 tahun. 

Pria asal Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik ini diketahui bekerja sebagai ASN di lingkungan Pemkab Gresik. 

Sikap DPRD Jatim

Khusnul Arif mendukung penuh upaya kepolisian yang bergerak cepat menangani insiden ini. 

“Saya mendukung upaya kepolisian,” jelasnya. 

Komisi D DPRD Jatim pun berharap masyarakat tidak perlu waswas untuk tetap menggunakan moda transportasi publik TransJatim pasca kejadian ini. 

Terlebih Khusnul Arif menegaskan bahwa TransJatim memiliki SOP untuk memastikan keselamatan penumpang. Sehingga, tidak perlu khawatir. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.