TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pekalongan memberikan dampak positif tidak hanya pada peningkatan layanan gizi masyarakat, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Setiap unit SPPG di Kota Pekalongan, rata-rata mampu menyerap puluhan tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari warga sekitar.
Baca juga: Kunjungi Wonosobo, Menko Pangan Zulhas Minta SPPG Libatkan Koperasi Desa dan UMKM
Koordinator SPPG Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, mengatakan satu unit SPPG rata-rata melibatkan sekitar 40 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan masyarakat lokal yang diberdayakan dalam berbagai tahapan operasional, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan.
"SPPG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga membuka lapangan kerja."
"Saat ini, sebagian besar tenaga kerja yang terlibat berasal dari warga setempat," ujar Faishal, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut akan terus dioptimalkan ke depan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kemandirian daerah.
"Dengan semakin banyaknya SPPG yang beroperasi, diharapkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar juga semakin besar," jelasnya.
Selain berdampak pada penyerapan tenaga kerja, Faishal memastikan operasional SPPG di Kota Pekalongan didukung oleh pendanaan yang stabil.
Sumber pembiayaan operasional berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, dan hingga kini proses pencairan anggaran berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Dari sisi pendanaan, Alhamdulillah sejauh ini tidak ada keterlambatan. Sistem pembiayaan sudah tertata dengan baik, sehingga operasional SPPG dapat berjalan stabil," jelasnya.
Dari sisi layanan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Pekalongan dinilai berjalan lancar. Distribusi makanan, kepada sasaran penerima manfaat dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai ketentuan.
Meski demikian, pihak SPPG tetap membuka ruang evaluasi dan masukan dari masyarakat maupun pihak sekolah.
Baca juga: SPPG Polres Wonosobo Dukung Program MBG, Distribusikan 1.158 Paket untuk Siswa
Setiap keluhan yang masuk, baik terkait menu maupun kualitas makanan, akan segera ditindaklanjuti oleh tim SPPG.
"Selain itu, aspek sanitasi dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama dalam operasional, dengan evaluasi rutin yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup."
"Kami juga terus berupaya menjaga kualitas layanan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar agar manfaat program SPPG dapat dirasakan secara luas," pungkasnya. (Dro)