Tambi Tea Resort, Suguhkan Wisata Edukasi dari Balik Hamparan 800 Hektare Kebun Teh Warisan Belanda
January 16, 2026 07:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Bagi wisatawan yang merencanakan liburan ke Wonosobo, pilihan destinasi kini tak hanya pada Dataran Tinggi Dieng. 

Di kaki Gunung Sindoro, sebuah kawasan wisata berbasis perkebunan teh menawarkan pengalaman berbeda.

Wisatawan bisa menginap, belajar, sekaligus menjelajah alam dalam satu lokasi yakni di Tambi Tea Resort.

Baca juga: Elf Rombongan Wisatawan Dari Gresik Terperosok ke Kebun Teh Karanganyar

Resort ini berada di tengah hamparan perkebunan teh Tambi yang luasnya mencapai lebih dari 800 hektare. 

Lanskap hijau, udara sejuk pegunungan, serta aktivitas wisata berbasis edukasi menjadi daya tarik utama kawasan ini bagi wisatawan umum maupun minat khusus.

“Tambi Tea Resort ini resort yang sangat istimewa karena kita ini memiliki perkebunan teh di sekeliling resort dan ada juga pabrik pengolahan teh di atasnya,” ujar Direktur Maju Bersama Tambi (MBT), Lita Muwardani Sutejo, Jumat (16/1/2026).

20260116_Tambi Tea Resort kebun teh di Wonosobo_2
WISATA EDUKASI - Tambi Tea Resort yang berlokasi di Jalan Tambi, Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Berbagai wisata edukasi patut dicoba saat berkunjung ke Wonosobo yakni wisata kebun dan pabrik teh, serta menjelajahi museum teh.

Salah satu aktivitas unggulan di Tambi Tea Resort adalah wisata kebun dan pabrik teh. Pengunjung yang menginap dapat mengikuti tur keliling perkebunan hingga pabrik pengolahan dengan pendampingan tour leader.

Di kebun teh, wisatawan akan mendapat penjelasan tentang proses penanaman, perawatan tanaman, hingga pengenalan jenis-jenis teh. 

Sementara di pabrik, proses pengolahan daun teh dijelaskan secara runtut, mulai dari daun segar datang hingga menjadi produk siap jual di pasar ritel.

“Ketika masuk ke pabrik akan dijelaskan tentang pengolahan teh mulai dari daun itu datang sampai menjadi produk akhir,” kata Lita.

Konsep ini menjadikan Tambi Tea Resort tak hanya tempat menginap, tetapi juga ruang belajar terbuka bagi masyarakat umum, keluarga, hingga rombongan institusi.

Tak hanya kebun dan pabrik, kawasan ini juga memiliki Museum Teh Tambi dengan konsep yang berbeda dari museum industri pada umumnya. 

Museum ini tidak menampilkan mesin atau alat produksi, melainkan mengangkat sejarah dan budaya teh.

“Di sini kita menjelaskan tentang budaya dan sejarah teh, sehingga teh itu bukan cuma diminum, tapi dinikmati,” ujar Lita.

Melalui narasi sejarah, museum ini mengajak pengunjung memahami perjalanan teh dari masa ke masa, termasuk perannya dalam budaya dan kehidupan sosial.

Sebagai resort, Tambi Tea Resort menyediakan berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari kamar penginapan, kafe, restoran, hingga gedung serbaguna.

Resort ini juga melayani berbagai paket, seperti meeting, gathering, hingga pernikahan. Tersedia dua gedung utama serta ruang meeting yang terintegrasi dengan area restoran.

Konsep ini membuat Tambi Tea Resort tidak hanya menyasar wisatawan individu, tetapi juga korporasi dan komunitas.

Secara geografis, Tambi Tea Resort berada sekitar 12 kilometer dari kawasan Dieng. Kedekatan ini dimanfaatkan dengan menyediakan paket wisata ke berbagai destinasi populer.

“Kita memiliki trip dengan fasilitas Jeep ke daerah-daerah wisata di sekeliling Dieng,” kata Lita.

Destinasi yang ditawarkan antara lain Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Menjer, hingga kawasan perkebunan teh Panama dan Sikatok di lereng Gunung Sindoro.

20260116_Tambi Tea Resort yang ada di Wonosobo_3
WISATA EDUKASI - Tambi Tea Resort yang berlokasi di Jalan Tambi, Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Berbagai wisata edukasi patut dicoba saat berkunjung ke Wonosobo yakni wisata kebun dan pabrik teh, serta menjelajahi museum teh.

Selain itu, tersedia pula paket khusus bagi wisatawan dengan minat tertentu, seperti tracking atau hiking jarak jauh di area kebun teh. Bahkan untuk rute 10 hingga 25 kilometer, pengelola menyiapkan fasilitas antar-jemput.

Di Wonosobo, perkebunan teh Tambi terbentang di tiga wilayah utama, yakni Tambi atau Kejajar, Bedakah di sekitar Telaga Bedakah, serta Tanjungsari, Sapuran. Area tertinggi berada di sekitar Tambi Tea Resort, tepat di kaki Gunung Sindoro.

Dengan produktivitas sekitar 2 ton per hektare per tahun, total produksi teh Tambi mencapai ribuan ton setiap tahunnya.

Di balik luasnya kebun tersebut, tersimpan sejarah panjang. Perkebunan Tambi dulunya dimiliki perusahaan Belanda Bagelen Thee and Kina Maatschappij. 

Namun, berbeda dengan perkebunan eks-Belanda lain yang dinasionalisasi, Tambi justru dikelola swasta hingga kini.

Baca juga: Kenalan Dengan Pria di Facebook Berujung Maut Bagi Gadis Cianjur, Ditemukan Tewas di Kebun Teh

Peristiwa agresi militer Belanda pada 1948 menjadi titik balik. Para pekerja menolak kembalinya Belanda dan membakar pabrik serta sebagian kebun. 

Setelah melalui berbagai proses penyatuan lahan, Tambi berkembang di bawah pengelolaan swasta nasional hingga saat ini.

“Sekarang ini Tambi satu-satunya perusahaan perkebunan teh eks-Belanda yang dimiliki swasta,” pungkas Lita. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.