Angka Pengangguran di Kota Semarang Turun, Capai 50 Ribu Orang pada 2025
January 16, 2026 09:10 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Jumlah pengangguran di Kota Semarang pada 2025 tercatat berada di kisaran 50 ribu orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno menyebut angka tersebut turun sebesar 0,17 persen dari tahun sebelumnya.

"Jadi pengangguran Kota Semarang Alhamdulillah di 2025 turun 0,17 persen. Jadi dari Rp55 ribu sekian tinggal 50 ribu sekian," jelas Sutrisno.

Baca juga: Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Tegal Meningkat, Posisi Kedua Setelah Brebes se Jateng

Sutrisno menjelaskan, penurunan angka pengangguran tersebut dicapai di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki Disnaker Kota Semarang.

Pada 2025, anggaran pelatihan kerja hanya mampu membiayai empat kelas pelatihan.

"Anggaran di Disnaker tidak begitu banyak, jadi kita anggaran di Disnaker pelatihan ya hanya untuk empat kelas saja. Tetapi kita tidak mengandalkan itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, Disnaker mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk membuka kesempatan kerja dan mendorong kewirausahaan masyarakat. 

Menurutnya, fokus utama adalah memastikan warga Semarang memiliki akses kerja agar tingkat kesejahteraan terus meningkat.

"Intinya bagaimana supaya orang-orang Semarang bekerja dan berwirausaha, sehingga angka pengangguran tiap tahun bisa turun," katanya.

Ia mengatakan, juga mengoptimalkan pelatihan agar tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi berlanjut pada pembentukan kelompok usaha baru.

Selain itu, menyiapkan tenaga kerja muda dengan kompetensi dan sertifikasi agar siap masuk ke dunia kerja.

"Setelah pelatihan, bagaimana supaya mereka membuat kelompok usaha baru. Kemudian jug menyiapkan sertifikasi kompetensi bagi anak-anak muda yang misal mau masuk ke kafe, perusahaan, atau sektor lainnya," terangnya.

Selain pelatihan, sebutnya, Disnaker bekerja sama dengan perusahaan untuk menggelar rekrutmen tenaga kerja secara rutin setiap Rabu dan Kamis.

Rekrutmen tersebut dilakukan untuk memperluas peluang kerja bagi warga Kota Semarang.

Terkait keberadaan pekerja asing di Kota Semarang, Sutrisno menyebut ada sekitar 200 orang.

Menurutnya, jumlah itu cederung mengalami peningkatan meski tidak signifikan.

"Kenaikannya sekitar di angka 10. Cuma kan ini banyak yang digali. Banyak orang asing di sini, namun kan statusnya apakah dia bekerja, izinnya kan tergantung bagian imigrasi," ungkapnya.

Ia menyebut, pekerja asing di Semarang tersebar di berbagai sektor, seperti perguruan tinggi, perusahaan, dan konsultan.

Baca juga: Nasib Tak Jelas Pekerja Honorer di Magelang, Tahun Depan Kerja Atau Jadi Pengangguran

Mayoritas berasal dari China, Korea, Amerika Serikat, dan Jepang. 

"Dalam satu perusahaan, jumlah pekerja asing umumnya berkisar empat hingga lima orang," terangnya.

Terkait pendapatan daerah, Sutrisno menyebut Kota Semarang menargetkan pemasukan sekitar Rp6 miliar dari sektor pekerja asing. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.