TRIBUNMANADO.CO.ID - Alfrets Supit, warga kelurahan Lahendong Lingkungan I yang sempat dilaporkan hilang sejak 11 Desember 2025 ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.
Pria 76 tahun itu ditemukan tinggal kerangka di Perkebunan Kolombawi, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara pada Jumat (16/1/2026).
Kampung Jawa berjarak sekitar 5,9 kilometer dari Pusat Kota Tomohon. Estimasi waktu tempuh sekitar 15 menit dengan berkendara.
Petugas di lokasi kejadian menemukan sejumlah barang yang masih melekat dan berada di sekitarnya.
Yakni, kaos berwarna krem, celana biru dongker, tas selempang warna abu-abu, serta sepatu boots berwarna hijau tua.
Menurut penuturan Kasi Humas Polres Tomohon, Iptu Musalino Patah saksi pertama yang menemukan kerangka tersebut berinisial YK, warga Kelurahan Tumatangtang Satu Lingkungan VI.
YK yang merupakan warga pertama yang menemukan kerangka tersebut pada awalnya mendengar gonggongan anjing saat melintas di area perkebunan.
Ia pun merasa penasaran hingga memutuskan untuk melakukan pengecekan ke sumber suara tersebut.
Ketika dicek, YK melihat tulang tengkorak kepala manusia dengan sepatu boots masih terpasang.
Ia pun lantas menghubungi warga dan aparat kelurahan.
Lurah Kelurahan Tumatangtang Satu, Billy Montolalu, begitu mendengar informasi tersebut langsung menuju Tempat Kejadian Perkara bersama-sama dengan warga.
Begitu tiba di lokasi, mereka menemukan kerangka manusia yang berada di bawah pohon bambu dengan kondisi pakaian masih melekat pada tubuh korban.
Kebetulan, waktu itu, sang istri dari Alfrets Supit yakni MS (70) ikut ke lokasi tersebut.
Ia pun mengatakan keyakinannya bahwa kerangka yang ditemukan itu merupakan suaminya.
“Berdasarkan ciri pakaian yang dikenakan, seperti sepatu boots hijau tua, celana biru dongker, kaos krem, serta pakaian dalam warna merah marun yang ditemukan di sekitar lokasi, saksi memastikan bahwa pakaian tersebut identik dengan yang dikenakan suaminya saat meninggalkan rumah,” ungkap Iptu Musalino.
Alfrets Supit diketahui bekerja sebagai petani dan berdomisili di Kelurahan Lahendong Lingkungan I, Kecamatan Tomohon Selatan.
Setelah seluruh keterangan saksi dan keluarga dikumpulkan, Tim Identifikasi Polres Tomohon tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi kerangka korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kota Tomohon adalah sebuah kota otonom di Provinsi Sulawesi Utara yang dikenal dengan julukan Kota Bunga.
Kota ini terletak di dataran tinggi di kaki Gunung Lokon dan Gunung Empung, sekitar 25 km di selatan Manado, dan memiliki udara yang sejuk serta panorama alam yang indah.
Berada pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, Tomohon memiliki lingkungan pegunungan yang kaya akan sumber air dan area resapan air.
Dikenal sebagai pusat pertanian sayuran dan industri bunga terbesar di Indonesia.
Selain itu, kota ini juga terkenal dengan produksi rumah kayu tradisional Minahasa, gula aren, dan sebagai pusat pelayanan Kristen serta kota pelajar.
Budaya lokalnya kental dengan suku Minahasa, yang memiliki tarian perang tradisional bernama Kabasaran.
Daya tarik wisata utamanya meliputi, Tomohon International Flower Festival, Festival bunga tahunan yang menampilkan parade bunga hias.
Ada juga Danau Linow. Danau vulkanik dengan air yang dapat berubah-ubah warna.
Nama "Tomohon" berasal dari kata Tou Mu'ung yang berarti "orang mata air", merujuk pada wilayahnya yang kaya akan sumber air di masa lalu.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon saat ini menjabat untuk periode 2025-2030 yakni Wali Kota Caroll Joram Azarias Senduk, S.H. dan Wakil Wali Kota: Sendy G. A Rumajar, S.E., M.I. Kom.
Kota ini berjarak sekitar 24,9 kilometer dari Kota Manado. Estimasi waktu tempuh yakni 55 menit dengan berkendara. (pet)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini