Gunung Ile Lewotolok Erupsi Lagi, Lava Pijar Meluncur 100 Meter dari Kawah
January 16, 2026 09:34 PM

 

Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT kembali erupsi pada Jumat (16/1/2026) pagi dengan kolom abu setinggi 350 meter.

SERAMBINEWS.COM, NTT — Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat.

Pada Jumat (16/1/2026) pagi, gunung setinggi 1.773 meter di atas permukaan laut itu meletus dengan cukup kuat, memuntahkan abu vulkanik dan meluncurkan lava pijar dari kawahnya.

Menurut laporan Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, erupsi terjadi tepat pukul 10.10 Wita. 

Kolom abu terpantau membumbung setinggi 350 meter di atas puncak, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah timur.

Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 32,1 mm dan durasi sekitar 48 detik.

Syawaludin, petugas PGA Ile Lewotolok menyebutkan, bahwa selain abu, terlihat pula aliran lava pijar di sektor barat gunung dengan jarak luncur mencapai 100 meter dari bibir kawah.

Baca juga: Gunung Burni Telong Bener Meriah Berpotensi Erupsi Fakta atau Hoax? Begini Penjelasan Badan Geologi

“Lava pijar ini menambah potensi bahaya di sekitar kawah, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Catatan pengamatan pada Kamis (15/1/2026), menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi.

Dalam periode 24 jam, tercatat 390 kali letusan disertai suara gemuruh lemah dan lontaran material pijar di sekitar kawah.

Kolom abu kala itu berkisar antara 100–200 meter dengan variasi warna asap putih, kelabu, hingga hitam.

Selain letusan, instrumen seismik mendeteksi 456 kali gempa embusan, 27 kali gempa tremor non-harmonik, serta satu kali gempa tektonik lokal. 

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada fase erupsi yang cukup intens dan berulang.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Jawa Timur, Begini Nasib 60 Pendaki di Ranu Kumbolo, Jalur Pendakian Ditutup

Larangan Aktivitas

PGA Ile Lewotolok menegaskan, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 hingga 2,5 kilometer dari pusat erupsi.

Kawasan tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi terkena lontaran material pijar, hujan abu, maupun aliran lava.

Warga juga diingatkan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan pernapasan. 

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah antisipasi jika aktivitas gunung meningkat lebih lanjut.

Gunung Api Aktif

Gunung Ile Lewotolok dikenal sebagai salah satu gunung api aktif di Nusa Tenggara Timur. 

Dalam beberapa tahun terakhir, gunung ini beberapa kali mengalami erupsi dengan intensitas bervariasi.

Baca juga: VIDEO Gempa Guncang Bener Meriah, Status Gunung Burni Telong Naik

Aktivitas vulkaniknya kerap menimbulkan hujan abu yang berdampak pada desa-desa di sekitarnya, bahkan hingga mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah tertentu.

Dengan erupsi terbaru ini, masyarakat di sekitar lereng gunung kembali diingatkan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari Pos Pengamat Gunung Api maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.