Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP untuk Tahun 2026
January 16, 2026 09:34 PM

 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional melalui perluasan akses pendidikan tinggi. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penambahan kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk tahun anggaran 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan sebanyak 5.750 kuota beasiswa LPDP.

Penambahan kuota tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan dengan sekitar 1.200 rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Negara ingin memastikan hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP selama ini terbukti konsisten melahirkan talenta unggul. Untuk tahun 2026, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” ujar Brian di Istana.

Ia menjelaskan, setiap tahun Indonesia meluluskan sekitar 1,7 juta sarjana dari berbagai bidang strategis, mulai dari sains dan teknologi hingga ilmu sosial. 

Potensi besar tersebut, menurutnya, harus dikelola secara serius agar mampu menjadi modal utama daya saing bangsa di tingkat global.

Adapun rincian kuota beasiswa LPDP 2026 terdiri atas 1.000 kursi untuk program Beasiswa Garuda jenjang sarjana (S1), 4.000 kursi untuk jenjang magister (S2) dan doktoral (S3), serta 750 kursi khusus bagi program doktor spesialis.

Baca juga: Unmuha Aceh Beri Beasiswa kepada 178 Mahasiswa Baru yang Terpilih, Total Rp4,6 Miliar 

Brian menambahkan, pemberian beasiswa S2 dan S3 ke depan akan lebih terarah dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Presiden dalam Asta Cita. Kita membutuhkan tenaga ahli yang benar-benar relevan dengan arah pembangunan nasional,” katanya.

Selain program LPDP, pemerintah juga terus memperkuat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Saat ini, lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif tercatat menerima bantuan KIP-K, dengan pembiayaan penuh untuk biaya hidup dan uang kuliah tunggal (UKT). 

Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp16 miliar per tahun.

Melalui berbagai skema bantuan pendidikan tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi generasi muda Indonesia yang terhambat mengenyam pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, akibat keterbatasan ekonomi.
 

Baca juga: Demi Inisial ‘R’, Ayu Aulia Akui Operasi Pembesaran Payudara Agar Percaya Diri

Baca juga: Suplai Air dari Perumdam Pidie Macet, Direktur Sri Wahyuzha Ungkap Alasan Ini

 

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.