Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Menanggapi video viral di media online, televisi nasional dan media sosial yang memperlihatkan perjuangan warga menyeberangi derasnya sungai, termasuk seorang ibu hamil yang mempertaruhkan nyawanya, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., turun langsung ke lokasi Kali Lowolaka, Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria, Jumat (16/1/2026) pagi.
Kehadiran orang nomor satu di Polres Ende Polda NTT ini bukan sekadar kunjungan seremonial.
AKBP Yudhi Franata datang membawa bantuan sosial sekaligus harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terisolir akibat banjir dan ketiadaan jembatan penghubung.
Di lokasi, AKBP Yudhi Franata secara khusus menemui Ibu Marniana Ja, sosok ibu hamil yang sebelumnya viral saat berjuang menyeberangi sungai dengan usia kandungan delapan bulan.
Baca juga: Bangun Jembatan di Kali Lowolaka Wewaria, Bupati Ende Minta Bantuan Pusat
Dengan penuh empati, mantan Wakapolres Indragiri Hilir, Polda Riau itu menyerahkan bantuan berupa susu kehamilan serta paket sembako untuk meringankan beban keluarga.
“Kami benar-benar merasakan kesulitan masyarakat di sini. Kehadiran kami adalah wujud hadirnya negara di tengah kesulitan warga. Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” ujar AKBP Yudhi Franata di sela-sela peninjauan.
Tak berhenti pada pemberian bantuan, AKBP Yudhi Franata juga langsung mengambil langkah strategis dengan berkoordinasi bersama Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda.
Koordinasi tersebut membuahkan kabar baik bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Ende berkomitmen mengupayakan pengalokasian APBD Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan jembatan permanen sepanjang kurang lebih 90 meter yang akan menghubungkan Desa Fataatu Timur dan Desa Aendoko.
“Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Bapak Bupati dan Kepala Dinas PUPR yang hari ini juga hadir di lapangan. Tujuannya satu, memastikan pembangunan jembatan ini masuk dalam skala prioritas tahun ini agar masyarakat tidak lagi terisolir,” tegas AKBP Yudhi Franata.
Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, Kapolres Ende juga memastikan keselamatan warga tetap terjaga.
Ia telah memerintahkan jajaran Polsek Wewaria, dengan dukungan personel Brimob, untuk siaga di sekitar Kali Lowolaka.
Petugas akan membantu mengawal penyeberangan warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, terutama saat debit air sungai meningkat akibat hujan.
Sementara itu, tokoh adat setempat dan Kepala Desa Fataatu Timur, Isak Abel Do, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respons cepat jajaran Polres Ende.
Ia berharap sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dapat segera mengakhiri penderitaan warga yang setiap musim hujan harus terisolir akibat derasnya arus sungai. (Bet)