TRIBUN-BALI.COM – Puluhan Kepala Keluarga (KK) di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana terdampak banjir akibat luapan air sungai Pulukan, Kamis (15/1) malam.
Dilaporkan, ketinggian air saat kejadian mencapai sekitar 1 meter atau hingga dada orang dewasa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu bangunan dapur hanyut terbawa arus sungai, dua bangunan dapur warga roboh dan satu KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.
Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan memicu terjadinya bencana alam tanah longsor di sejumlah desa, Kamis (15/1). Akses jalan di beberapa titik sempat tertutup material longsor.
Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, sekitar pukul 18.00 WITA, debit air Sungai Pulukan meningkat dan sebabkan banjir hingga ke rumah warga. Sebab, jarak sungai dengan pemukiman di wilayah tersebut cukup dekat.
Baca juga: TEWAS Tergilas Truk, Rico Alami Pendarahan dari Hidung dan Mulut, Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak
Baca juga: ALAMI Gangguan Jiwa Berat, SO Schizophrenia, Kasus Perusakan Penganiayaan Tidak Dilanjutkan Polisi!
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan telah dilaksanakan kegiatan bersih-bersih akibat banjir dari luapan Sungai Pulukan tersebut, Jumat (16/1).
Akibat banjir tersebut sebanyak 46 KK terdampak. Namun dari jumlah tersebut, yang perlu dibantu pembersihan sebanyak 16 KK.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Jumat (16/1) menambahkan, penyebab banjir yang terjadi disebutkan karena hujan lebat yang terjadi sejak sore hari.
Sehingga, debit air sungai pulukan yang berlokasi di Kecamatan Pekutatan juga meningkat hingga membawa material lumpur ke pemukiman warga.
“Total ada 16 KK yang terdampak, satu terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya,” kata dia. “Sesuai pemantauan Tim TRC di lokasi kemarin, air sempat naik cukup tinggi dengan ketinggian air mencapai setara dada orang dewasa, namun malamnya kemudian kondisi sudah mulai surut,” ungkapnya.
Dijelaskan, satu bangunan dapur milik warga bernama I Gede Dangin Arsa hanyut. Kemudian ada juga dua dapur warga yang roboh. Selain itu, satu unit kasur warga hanyut, serta kondisi WC salah satu rumah warga dalam keadaan hampir roboh.
“Selain itu, lumpur masuk dan mengendap di sebagian besar halaman rumah warga. Sebanyak satu KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena rumahnya terdampak cukup parah,” ungkapnya.
BPBD Provinsi Bali bersama Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama forkompinda Kabupaten lainnya langsung meninjau lokasi banjir.
Rombongan juga menyerahkan bantuan logistik untuk 46 KK tersebut berupa paket sembako, paket sandang dan paket kebersihan. “Dari BPBD Jembrana menyerahkan bantuan Terpal dan beberapa kompor,” kata dia.
Akibat banjir tersebut dilaporkan terdapat 2 dapur dan 1 kamar mandi rusak, serta tembok penyengker yang ikut rusak dengan panjang 6 meter. “Untuk dapur dan kamar mandi, bapak Bupati mohon bantun Provinsi. Kami akan proses lebih lanjut,” pungkasnya.
Instansi terkait bersama masyarakat juga gotong royong membersihkan rumah warga terdampak banjir Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap ancaman potensi bencana dampak cuaca ekstrem yang terjadi.
“Kita tim gabungan kemudian membantu melakukan pembersihan rumah dan lingkungan warga dari lumpur serta sisa material banjir,” kata Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Suastika.
Dia menyebutkan, gotong royong pembersihan rumah warga melibatkan lintas sektor mulai dari Polres Jembrana bersama Polsek Pekutatan, TNI, pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat. Satu persatu rumah warga yang terdampak dibersihkan oleh anggota tim gabungan sesuai bagiannya.
“Kami harap pemulihan pasca bencana tidak berlangsung lama sehingga masyarakat terdampak bisa beraktivitas normal kembali,” harapnya.
Kasi humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata menjelaskan tanah longsor terjadi sekitar pukul 16.30 Wita setelah hujan turun secara terus-menerus sejak pukul 13.00 Wita hingga 18.30 Wita.
Dari laporan yang diterima, di Desa Batungsel, tepatnya di Banjar Batungsel, material longsor menutup badan jalan sepanjang sekitar 5 meter. “Namun bisa dilalui kendaraan roda dua. Pembersihan dilakukan secara berkala,” jelasnya, Jumat (16/1).
Longsor terparah terjadi di Desa Sanda. Diakui di Banjar Sanda Dauh Tukad, tanah longsor menutup jalan raya sepanjang kurang lebih 20 meter. Sedangkan di Banjar Paka, material longsoran menutup jalan sepanjang sekitar 25 meter dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter.
“Akibat longsor tersebut, akses jalan di wilayah Desa Sanda saat ini belum bisa dilalui baik dari arah Pupuan maupun dari arah Antasari, Kecamatan Selemadeg Barat,” katanya.
Pengguna jalan dari kedua arah diimbau untuk putar balik dan mencari jalur alternatif hingga proses pembersihan selesai.
Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Munduktemu, dengan titik-titik terdampak meliputi area Lapangan SDN 2 Munduktemu, Jalan Usaha Tani Munduktemu Kelod, tebing jalan Munduktemu–Anggasari, serta senderan rumah warga di Banjar Dinas Anggasari Kaja. “Meski demikian, untuk wilayah Desa Munduktemu, jalur lalu lintas masih dinyatakan aman dan dapat dilalui,” bebernya.
Personel Polsek Pupuan bersama Bhabinkamtibmas dan warga setempat telah melakukan pembersihan material longsor secara manual di lokasi-lokasi yang memungkinkan.
Sementara itu, bantuan alat berat masih dalam perjalanan dari arah Denpasar menuju Desa Sanda. “Untuk korban jiwa tidak ada. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Pupuan dan sekitarnya,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol I Wayan Suastika. Ia mengimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Belakangan ini, cuaca ekstrem sering terjadi seperti hujan deras disertai dengan angin. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem.
Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau terjadi situasi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan call center Polri 110 bebas pulsa yang siaga 24 jam,” tandasnya. (mpa/sar/gus)