Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Pemerintah Kabupaten Ende telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan penghubung di Kali Lowolaka, Kecamatan Wewaria yang menghubungkan dua desa di pelosok wilayah itu.
Hal itu disampaikan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat dikonfirmasi TribunFlores.com, Jumat (16/1/2026) malam.
Dikatakannya, permintaan tersebut karena mengingat biaya pembangunan jembatan di Kali Lowolaka sepanjang 90 meter yang memerlukan biaya yang sangat besar.
"Kita sudah ajuhkan ke pusat untuk penanganannya. Biaya sangat besar, APBD terbatas jadi kita berharap bantuan pusat," kata orang nomor satu di Kabupaten Ende itu melalui pesan WhatsApp.
Baca juga: Ibu Hamil Nekat Terobos Banjir Kali Lowolaka, Kabupaten Ende, Provinsi NTT
Politisi PDI-P itu juga mengaku, pengajuan tersebut sudah dilakukan pada tahun 2025 lalu dan sudah dilakukan survei
"Sudah tahun lalu juga sudah diajukan. Orang pusat juga sudah datang survei dan tinjau dan karena anggaran besar maka masih belum realisasi," tegasnya.
Sementara itu, pernyataan Bupati Ende berbeda saat mendapat koordinasi dari Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata.
Orang nomor satu di jajaran Polres Ende yang menanggapi video viral di media online, televisi nasional dan media sosial yang memperlihatkan perjuangan warga menyeberangi derasnya sungai, termasuk seorang ibu hamil yang mempertaruhkan nyawanya, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., turun langsung ke lokasi Kali Lowolaka, Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria, Jumat (16/1/2026) pagi.
Setelah melakukan peninjauan dan penyerahan bantuan kepada warga setempat, AKBP Yudhi Franata juga mengambil langkah strategis dengan berkoordinasi bersama Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda.
Koordinasi Hasilkan Kabar Baik bagi Warga
Pemerintah Kabupaten Ende berkomitmen mengupayakan pengalokasian APBD Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan jembatan permanen sepanjang kurang lebih 90 meter yang akan menghubungkan Desa Fataatu Timur dan Desa Aendoko.
“Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Bapak Bupati dan Kepala Dinas PUPR yang hari ini juga hadir di lapangan. Tujuannya satu, memastikan pembangunan jembatan ini masuk dalam skala prioritas tahun ini agar masyarakat tidak lagi terisolir,” tegas AKBP Yudhi Franata.
Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, Kapolres Ende juga memastikan keselamatan warga tetap terjaga.
Ia telah memerintahkan jajaran Polsek Wewaria, dengan dukungan personel Brimob, untuk siaga di sekitar Kali Lowolaka.
Petugas akan membantu mengawal penyeberangan warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, terutama saat debit air sungai meningkat akibat hujan. (bet)