BANJARMASINPOST.CO.ID - Dua klub Liga Italia, AC Milan dan Como dilaporkan ikut masuki arena perlombaan mengejar pemain muda Barcelona Andres Cuenca.
Selain AC Milan, jasa Cuenca juga diinginkan klub besar Liga Franscis.
Proyek rekonstruksi skuad Rossoneri terutama di sektor kiri membuat nama Cuenca mencuat sebagai target yang dinilai paling komplet: muda, mobile, punya akurasi progresi tinggi, dan terbiasa bermain dalam skema posisional yang menuntut disiplin struktur.
Di mata fans AC Milan figur seperti Cuenca dinilai bisa mengisi celah yang dalam dua musim terakhir terus disorot ketergantungan pada Theo Hernández dalam fase build-up dan transisi.
Baca juga: Bersiap Tinggalkan Man United, Hary Maguire Kini Ditunggu Inter Milan dan Napoli di Bursa Transfer
Wakil kapten Barito Putera bayu Pradaya yang merupakan Milanisi sejati mengaku Massimiliano Allegri membutuhkan satu opsi lain yang tidak hanya berfungsi sebagai pengganti, tetapi mampu mengubah dinamika permainan lewat variasi serangan dan bertahan.
Di sinilah Cuenca dinilai cocok, sementara Milan juga sadar bahwa negosiasi ini harus cermat agar tidak mengguncang struktur gaji yang sebelumnya dibuat sangat terukur.
“Kalau betul Milan ambil Andrés Cuenca, menurut saya ini langkah yang lumayan berani tapi masuk akal," kata gelandang Laskar Antasari yang barus aja memperpanjang kontrak hingga 2028 nanti.
Menurutnya Cuenca ini tipe yang progresif, gaya membalikan badan mirip fullback modern tidak cuma naik turun garis, tapi bisa narik pressing lawan dan masuk ke tengah buat bangun serangan.
"Tapi ingat ritme La Liga sama Serie A itu beda jauh. Di Italia, ruang lebih sempit, duel lebih fisik, dan Milan itu tekanannya gila-gilaan. Jadi dia harus cepat adaptasi," sebut dia.
Dketahui Barcelona memiliki rekor yang patut dicontoh dalam membina talenta muda dari La Masia ke tim utama, tetapi juga menggunakan akademi mereka untuk mendapatkan keuntungan dari pemain yang tidak memiliki jalur jelas untuk masuk ke tim asuhan Hansi Flick.
Blaugrana diberi pilihan untuk menentukan nasib pemain muda Andres Cuenca.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemain seperti Mikayil Faye dan Unai Hernandez telah pindah ke luar negeri dengan nilai transfer yang cukup besar dari Barca Athletic, dan musim panas lalu, Sergi Dominguez, Jan Virgili, dan Noah Darvich semuanya dijual dengan nilai transfer €5,7 juta.
Rekan duet Dominguez musim lalu, Cuenca, kini menarik minat klub lain.
Barcelona menerima tawaran untuk Andres Cuenca.
Faye pindah ke Ligue 1, bergabung dengan Rennes , dan Gianluigi Longari dari Sportitalia melaporkan bahwa klub Prancis lainnya telah mengajukan tawaran untuk Cuenca.
Meskipun ia tidak merinci berapa nilainya. Selain minat dari Prancis, raksasa Serie A AC Milan dan Como juga mengincar Cuenca sebagai opsi potensial.
Como memiliki rekam jejak yang kuat dalam merekrut talenta-talenta muda dari sepak bola Spanyol sejak Cesc Fabregas menjadi manajer.
Kemajuan Cuenca sejauh ini
Cuenca memulai kariernya di kota kelahirannya, Cordoba, sebelum pindah ke Sevilla.
Pada tahun 2019, ia bergabung dengan La Masia saat berusia 11 tahun, di mana ia terus berkembang sejak saat itu.
Musim lalu ia melakukan debut tim utama di bawah asuhan Flick, bermain selama enam menit dalam kemenangan 5-0 atas Young Boys di Liga Champions.
Musim lalu ia tampil 19 kali untuk Barca Athletic, tetapi musim ini ia sering keluar masuk tim, hanya bermain lima pertandingan.
Hal itu sebagian disebabkan karena ia ikut rombongan timnas Spanyol U-20 ke Piala Dunia pada bulan September dan Oktober. Saat ini kontraknya hanya tersisa enam bulan, menjadikannya peluang bagus bagi klub yang berminat.
Baca juga: AC Milan Tertolong Hasil Inter dan Napoli, Max Allegri Sentil Kesalahan yang Sama Lawan Fiorentina
1. PROFIL TEKNIS CUENCA: FULLBACK POSISIONAL DENGAN DNA PROGRESI
Andrés Cuenca adalah tipe fullback kiri modern yang dibesarkan di struktur akademi Barcelona—mekanis, disiplin posisi, dan terbiasa mengolah bola di bawah tekanan tinggi.
Dua musim terakhir di Barcelona B dan rotasi tim utama memperlihatkan kematangannya dalam tiga aspek teknis utama:
Progressive Passes: rerata 6,4 per 90 menit (Opta)
Akurasi build-up dari third pertama: 87 persen
Recovers & press resistance: stabil, 7–8 kali pemulihan bola per laga
Cuenca bukan sprinting fullback seperti Theo, melainkan tipe yang mengatur tempo dan menunjukkan kecanggihan membaca trigger pressing lawan. Ia lebih mirip inverted fullback yang bisa masuk ke half-space kiri untuk membantu overload numerik di lini tengah.
Gaya bermainnya membuat ia menarik bagi AC Milan yang selama dua musim sangat ketergantungan pada Theo Hernández sebagai satu-satunya outlet vertikal dari sisi kiri.
2. ANALISIS TAKTIS: PERAN CUENCA DALAM SKEMA ALLEGRI
Mac Allegri mengandalkan pola dasar 4-2-3-1 yang fleksibel berubah menjadi 3-2-5 saat membangun serangan. Dalam skema ini:
Intinya, Cuenca bukan pengganti Theo — ia adalah alternatif struktur. Ia menciptakan pola serangan kiri yang tidak bergantung pada kecepatan, tetapi pada kontrol ruang.
3. PERBANDINGAN LANGSUNG DENGAN THEO HERNÁNDEZ (DATA 2–3 MUSIM TERAKHIR)
Statistik Inti (per 90 menit)
Kesimpulan perbandingan:
Cuenca unggul di kontrol tempo dan akurasi progresi, sedangkan Theo masih jauh di atas dalam hal agresi vertikal, dribble progresif, dan xT. Cuenca lebih mirip operator sistem, bukan senjata serangan utama.
4. ANALISIS HISTORIS: TREND KARIER 3 MUSIM TERAKHIR
Musim 2022–23
Banyak tampil di Barca B
Peningkatan signifikan dalam progresi vertikal
Musim 2023–24
Debut senior, sedikit menit bermain tapi konsisten
Mulai dipercaya dalam pertandingan low-pressure
Musim 2024–25
Jam terbang meningkat
Penguasaan struktur posisional makin matang
Trend konsisten: Cuenca berkembang secara sistematis, tanpa lompatan statistik yang mencolok tetapi stabil.
5. DAMPAK TRANSFER TERHADAP STRUKTUR GAJI MILAN
Milan saat ini menjaga struktur upah dengan sangat ketat. Gaji rata-rata pemain muda baru berada dalam kisaran:
€1,2–1,8 juta per tahun untuk pemain 20–23 tahun
Theo berada di kisaran €4 juta per tahun
Artinya, mendatangkan Cuenca tidak akan mengganggu hierarki gaji, dan justru memberi Milan fleksibilitas finansial serta ruang untuk memperkuat posisi lain (striker atau gelandang).
6. DAMPAK TERHADAP FORMASI & DINAMIKA SQUAD
Cuenca membuka tiga opsi taktis:
Theo jadi opsi LCB dalam formasi 3-5-2 ketika Milan ingin transisi cepat.
Rotasi menit agar Theo tidak kelelahan menjelang fase krusial musim.
Variasi bag build-up — Milan punya dua tipe LB: power vs positional.
Ini memberi Pioli kemampuan membaca lawan dan mengatur momentum pertandingan.
7. PEMBANDING LEVEL SETARA: CUENCA VS GRIMALDO
Atribut Cuenca Grimaldo
Cuenca terlihat lebih “akademis” dalam struktur buildup, sementara Grimaldo lebih agresif dan berorientasi assist.
Ini penting agar Milan tahu ekspektasi yang realistis terhadap Cuenca.
8. LISTICLE – POIN PENTING CUENCA UNTUK MILAN
(Banjarmasinpost.co.id)