Dazzle Yogyakarta Gelar Smartphone Photography Competition, Dorong Pemanfaatan Gawai Lebih Produktif
January 16, 2026 11:01 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dazzle Yogyakarta menggelar Smartphone Photography Competition, Rabu (14/1/2026). Kompetisi mewajibkan peserta memotret menggunakan smartphone.

Konseptor Smartphone Photography Competition, Mas Bro mengatakan kompetisi ini menjadi jembatan awal program selanjutnya. 

Sebab, setelah kompetisi, Dazzle akan menggelar kelas fotografi hingga pemanfaatan kecerdasan buatan.

“Ini adalah kampanye agar masyarakat bisa memanfaatkan gadget semaksimal mungkin. Fotografi ini kan juga penting, misalnya untuk mahasiswa mau motret materi dari dosen. Kemudian pelaku UMKM juga perlu foto produk. Kalau tahu teknik-tekniknya, tentu sangat membantu,” katanya.

Menurut dia, gawai memang harus digunakan secara bijak. Kecanggihan teknologi bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif. Event kali ini juga berkolaborasi dengan komunitas photography jogja, komunitas cosplyer dan komunitas klub motor DICKY YRKI #364, District 12 RX King Yogyakarta. 

Ia menyebut antusiasme peserta mengikuti kompetisi ini sangat tinggi. Tidak kurang dari 100 peserta mengikuti kompetisi. 

Sementara itu, Ketua Panitia Smartphone Photography Competition, Nuril Miratussofiyah menerangkan antusiasme peserta melebihi ekspektasi. Tidak hanya dari wilayah DIY, peserta juga datang dari luar DIY.

“Mayoritas peserta adalah mahasiswa, tetapi kami membuka untuk umum. Didominasi dari DIY, tetapi ada juga peserta yang dari luar DIY, dari Solo, Purworejo, Magelang. Antusiasme tinggi, melebihi ekspektasi,” terangnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta akan memotret cosplayer sebagai model. Ada dua photobooth yang disediakan, di area luar dan dalam gerai.

Peserta diperbolehkan mengeksplorasi fitur pada kamera smartphone serta tidak membatasi merek tertentu.

“Yang penting pakai smartphone, smartphone juga dibebaskan. Tetapi untuk editing memang dibatasi, hanya editing dasar, misalnya kecerahan, kontras, crop masih boleh. Tetapi kalau menghilangkan objek, menambah objek tidak diperbolehkan,” imbuhnya. 

Juri dalam kompetisi ini yaitu Hans Hermang Mintana, S.Sos., M.A. dan Andri Prasetyo Yuwono, S.Sos., M.I.Kom menerangkan jika kriteria penilaiannya kurang lebih meliputi komposisi, kejelasan gambar, kreatifitas, estetika foto, kesesuaian tema 'jejepangan' dan lain sebagainya. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.