Siapa Sabrang? Anak Cak Nun yang Dilantik Menhan Sjafrie Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
January 17, 2026 12:04 AM

 

SURYA.CO.ID - Sosok anak cendekiawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun, Sabrang Mowo Damar Panuluh, viral usai resmi dilantik menjadi Tenaga Ahli di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, melantik Sabrang dan 11 orang Tenaga Ahli lainnya, di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Sudirman Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Saat pelantikan, Sabrang tampak mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi merah serta kopiah hitam senada.

12 Orang Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN

Menurut info yang dihimpun SURYA.CO.ID dari Tribunnews.com, 12 orang tersebut dari berbagai disiplin ilmu.

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.

Baca juga: Sosok Eddy Christijanto, Kepala Dispendukcapil Surabaya yang Bantah Isu Kebocoran Data Kependudukan

Cak Nun
Cak Nun (surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana)

"Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

"Pengangkatan ini merupakan langkah nyata Kemhan dalam mengintegrasikan keahlian akademis dan praktis guna mendukung kelancaran tugas-tugas Dewan Pertahanan Nasional," lanjutnya.

Selain Sabrang terdapat dua orang lain yang juga dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya, yakni Jupriyanto dan anak pengacara kondang, Hotman Paris, Frank Alexander Hutapea.

Sedangkan, enam Tenaga Ahli Utama yang dilantik yakni Surachman Surjaatmadja, Ian Montratama, M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, Achmad Rully, dan Filda Citra Yusgiantoro.

Kemudian, tiga Tenaga Ahli Muda yang dilantik adalah Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, dan Muhammad Zulkarnain Maddatuang.

Siapa Sosok Sabrang Mowo?

Sosok Sabrang tercatat pada buku 'Inspiring Stories, 30 Kisah Para Tokoh Beken yang Menggugah' karya Ahmadun Yosi Hefanda dan Irwan Kelana.

Ia diketahui merupakan anak dari Cak Nun dari istri pertamanya, Neneng Suryaningsih.

Setelah Cak Nun berpisah dengan Neneng, Neneng kembali ke Metro Lampung bersama Sabrang kecil.

Singkat cerita, Sabrang bersekolah di SMP Xaverius, Lampung.

Sabrang kemudian melanjutkan pendidikan di SMAN 7 Jogja bersama Patub, Aldi, dan Ari, tiga personel band Letto.

Dalam buku tersebut dijelsskan cara Cak Nun mendidik anaknya, termasuk Sabrang. 

Cak Nun memilih menyekolahkan anaknya di sekolah biasa, agar mudah bergaul dengan semua kalangan.

Lulus SMA di Jogja, Sabrang menyelesaikan pendidikan S1 di Math and Physics University of Alberta, Kanada.

Sabrang mulai membuat album musik di Jogja secara diam-diam.

Ternyata, Sabrang bukan sekadar penyanyi. Namun, ia juga membuat karya berupa syair.

Karier di Dunia Musik dan Film

Melansir situs Festival Film Indonesia (FFI), Sabrang Mowo merupakan vokalis dan keyboardis band Letto (posisi keyboardis hingga 2014 sebelum masuknya Widi).

Dalam situs festivalfilm.id itu disebutkan, sepulang dari Kanada, Sabrang bertemu kembali dengan kawan-kawan karibnya di Jogja.

Sabrang juga sering bermain musik di studio Kiai Kanjeng, grup musik pimpinan Novi Budianto yang selalu menjadi partner dan sahabat Cak Nun.

Dari studio Kiai Kanjeng, Noe belajar hal ihwal mixing, mastering, memproduksi dan menulis musik.

Sabrang mulai menulis lirik lagu, yang akhirnya banyak tertuang dalam album perdana Letto, 'Truth, Cry, and Lie'.

Pada 2004, Musica tertarik pada lagu yang ditawarkan Noe dan kawan-kawannya. Barulah mereka membentuk band yang diberi nama Letto.

Debut album Letto berjudul Truth, Cry, and Lie itu dirilis pada 2006. Keseriusan Sabrang dan kawan-kawan dalam bermusik membuahkan double platinum bagi Letto. Kesuksesan itu memacu Letto untuk membuat album kedua, 'Don't Make Me Sad' (2007).

Sejak 10 Juni 2008, Sabrang mendirikan Production House Pic[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman.

Dalam situs resminya, picklockfilms.com, dijelaskan bahwa Pic[k]Lock Productions merupakan perusahaan film yang fokus pada produksi cerita dengan latar belakang sosio-kultural-politik yang kuat.

Dengan bendera Pic[k]lock Films, Sabrang yang bergelar sarjana Fisika dan Matematika dari University of Alberta Kanada itu telah memproduseri tiga film layar lebar.

Film perdananya 'Minggu Pagi di Victoria Park' dirilis pada 10 Juni 2010.

Film kedua mereka, 'RAYYA, Cahaya Di Atas Cahaya' ditulis oleh bapak Sabrang, Emha Ainun Nadjib, dan Viva Westi.

Pada 2015, Pic[k]Lock Productions bekerja sama dengan Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto dan MSH Films dan meluncurkan film 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' yang disutradarai Garin Nugroho.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.