Calon Investor Siap Kelola Kebondalem Purwokerto Jadi Pusat Olahraga dan Hiburan, PKL Ingin Kembali
January 17, 2026 12:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Gedung mangkrak eks- Metro di Kompleks Kebondalem Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bakal disulap sebagai kawasan Sportainment.

Setelah Kejaksaan RI secara resmi menyerahkan aset tanah Kebondalem kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas, pada Maret 2025, sejumlah rencana penataan mulai dipersiapkan. 

Sebelumnya, selama puluhan tahun, tanah di Kebondalem menjadi objek sengketa antara Pemkab Banyumas dan PT Graha Cita Guna (GCG).

Rencana menghidupkan kembali Kompleks Kebondalem yang beberapa tahun terakhir dikenal sebagai Blok M-nya Purwokerto itu disambut baik warga.

Seorang pedagang kaki lima (PKL), Sari (62) mengatakan, rencana pembangunan di bekas gedung mangkrak itu sudah menjadi isu tiap tahun.

Jika memang benar tahun ini akan dilakukan, dia menyambut senang karena dampaknya akan meramaikan kembali Kompleks Kebondalem. 

Baca juga: Siapa 2 Investor yang Ingin Kelola Kebondalem Purwokerto Banyumas? Dimungkinkan Ada Lapangan Padel

Pedagang-pedagang kecil sepertinya juga akan kecipratan rezeki.

"Tapi, kami PKL ini disediakan tempat."

"Dulu pun ada, lalu dipindahkan."

"Jadi, masyarakat kecil seperti kami juga merasakan dampaknya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (16/1/2026).

Kabar tersebut, juga disambut baik oleh Nota Darsino (50), seorang penyewa ruko di Kompleks Kebondalem. 

Nota mengatakan, jika dampaknya positif, dia sangat menantikan penataan dan pembangunan gedung mangkrak tersebut. 

Sejak dia awal berdagang baju di Kebondalem pada 1995, gedung tersebut sudah mangkrak. 

"Kebondalem itu dari dulu dikenal sebagai pusat perbelanjaan di Purwokerto."

"Kalau bisa ditata lebih bagus, maka akan menarik antusias masyarakat lebih tinggi," ungkapnya. 

Kembalikan PKL Terdampak

Nota bercerita, di dalam kawasan Kompleks Kebondalem Purwokerto, dulunya ada pusat perbelanjaan yang isinya para PKL.

Sebelum menyewa ruko, dulunya dia adalah PKL.

Pada 2017, para PKL tersebut digusur dan dipindahkan ke Pasar Sari Mulyo.

"Mungkin, dari pemerintah daerah niatnya baik, dipindahkan ke Pasar Sari Mulyo. Tapi, pada kenyataan, di dalam saja banyak yang pada tutup dan bangkrut," ungkapnya. 

Nota berharap, PKL yang dulu digusur dari dalam Kebondalemn, dikembalikan lagi.

Sebab, para PKL itu lah yang dulu membuat Kebondalem terkenal sebagai pusat perbelanjaan. 

"Harapannya, segera diselesaikan. Karena semua wewenang ada di pemerintah daerah," katanya. 

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kebondalem, Mustangin menjelaskan, kondisi UMKM atau PKL di Kompleks Kebondalem dulunya sangat bagus dan berkembang baik.

Tetapi, saat ini, dapat dikatakan mati suri.

Baca juga: BEAKING NEWS- Masyarakat Peduli Kebondalem Gelar Demo di Alun-alun Purwokerto

Dia mencatat, para PKL yang dulunya berdagang di Kompleks Kebondalem, jumlahnya mencapai 137 UMKM.

Mulai dari fesyen, kerajinan, kuliner, dan sebagainya. 

"Dari teman-teman saya yang berjumlah 137 UMKM, sekarang yang berjalan sekira 27 orang. Itu juga sudah kesusahan," ujarnya. 

Janji Bupati Dikembalikan

Mustangin mengatakan, sentral UMKM kelompoknya dulu berlokasi di belakang Swalayan Matahari.

Saat itu, pemindahan PKL ke Pasar Sari Mulyo oleh Bupati Achmad Husein pada 2017, tujuannya agar penyelesaian sengketa antara Pemkab Banyumas dan PT GCG cepat selesai.

Alasannya, karena adanya proses pemindahan hak atas guna lahan dari investor ke Pemkab Banyumas. 

Tetapi, dulu, para PKL sudah dijanjikan akan kembali menempati Kompleks Kebondalem. 

"Kita pindah ke pasar itu sudah dijanjikan akan kembali ke tempat semula seandainya sudah diperbaiki." 

"Namun, hingga sekarang ini belum diperbaiki, bertahun-tahun dan sampai sekarang," jelasnya. 

Mustangin mengatakan, dia pun menyambut baik rencana menghidupkan kembali Kompleks Kebondalem, khususnya gedung mangkrak eks- Metro Jaya.

Dia berharap, Kompleks Kebondalem bisa berjaya kembali seperti dulu.

"Belum lama ini, seluruh pengelola pasar dikumpulkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyumas."

"Kami sampaikan, kami menginginkan eks belakang ruko Kebondalem dibangun kembali," ungkapnya. 

Tiga Tahap Pengembangan

Kepala Bidang Aset Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Banyumas, Adi Prasetyo mengatakan, aset tanah di kawasan Kebondalem milik Pemkab Banyumas, seluas 20.637 meter per segi.

Lokasi tersebut sejak dulu menjadi pusat perbelanjaan, yang pertama kali ada dan menjadi cikal bakalnya yaitu Pasar Sari Mulyo.

Sedangkan pembangunan pasar modern yang dikenal dengan Kompleks Kebondalem dilakukan dalam tiga periode waktu, pada 1980, 1982, dan 1986.

"Pada 1980 itu ruko yang menghadap ke timur, Jalan Jenderal Suprapto."

"Menyusul tahun 1982, yang menghadap ke utara, Jalan Gatot Subroto."

"Lalu, tahun 1986 paling luas, dari yang saat ini Matahari sampai bangunan mangkrak eks- Metro Jaya," jelasnya. 

Baca juga: Kebondalem Bakal Dikelola Investor, Bupati Banyumas Janji Tetap Akomodir 50 Pedagang yang Ada

Adi mengatakan, bangunan mangkrak sejak tahun 1986 itu rencananya dulu akan dibangun semacam supermarket dan taman hiburan rakyat (THR).

Tetapi, kemudian terjadi sengketa dan mangkrak.

Total luas bangunan yang mangkrak tersebut mencapai 3.783 meter persegi. 

"Tahun ini, akan dikerjasamakan dengan investor."

"Waktu tendernya kami belum bisa memastikan tapi rencana tahun ini mulai dibangun," katanya. 

Pusat Sportainment 

Adi menjelaskan, proses tender tentunya membutuhkan waktu untuk pembentukan tim penilaian dan pengkajian. 

Meski begitu, sudah ada calon investor yang menyampaikan berminat mengelola dan membangun gedung mangkrak tersebut. 

Rencananya, akan dibangun sportainment, perpaduan antara sport (olahraga) dan entertainment (hiburan).

"Ada ruang untuk aktivitas olahraha dan hiburannya juga," ungkapnya. 

Adi mengatakan, Pemkab Banyumas pun belum menentukan nilai pekerjaan untuk pembangunan sportainment di eks gedung mangkrak tersebut karena masih pengkajian. 

"Nanti, itu penentuannya melalui lelang kerjasama pemanfaatan aset tersebut," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.