Makna dan Hikmah Isra’ Mi’raj yang Relevan bagi Kehidupan Umat Islam
January 17, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang diperingati setiap tahun oleh umat Islam.

Peristiwa ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT sekaligus perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Di balik kisah luar biasa tersebut, Isra’ Mi’raj menyimpan berbagai hikmah penting.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan umat Islam hingga saat ini.

1. Penegasan Kedudukan Salat dalam Islam

Isra’ Mi’raj menjadi peristiwa ditetapkannya kewajiban salat lima waktu.

Perintah ini diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW tanpa perantara malaikat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim dan pembeda antara keimanan dan kelalaian.

2. Bukti Kekuasaan Allah SWT di Atas Segala Hal

Perjalanan Isra’ dan Mi’raj terjadi dalam waktu satu malam.

Peristiwa ini berada di luar batas kemampuan manusia.

Hikmah ini mengajarkan bahwa kekuasaan Allah SWT tidak terbatas oleh logika manusia.

Keimanan menuntut keyakinan penuh terhadap kehendak dan kebesaran-Nya.

3. Ujian Keimanan bagi Umat Islam

Peristiwa Isra’ Mi’raj sempat ditolak oleh sebagian masyarakat Quraisy.

Mereka menganggap kisah tersebut mustahil terjadi.

Bagi orang-orang beriman, Isra’ Mi’raj justru menguatkan keyakinan.

Peristiwa ini menjadi ujian untuk membedakan iman yang tulus dan iman yang rapuh.

4. Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam Ketaatan

Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat dengan penuh ketaatan.

Tidak ada penolakan atas kewajiban yang diberikan oleh Allah SWT.

Sikap ini menjadi teladan bagi umat Islam.

Ketaatan terhadap perintah agama perlu dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

5. Salat sebagai Sarana Pembentukan Akhlak

Salat tidak hanya bernilai ibadah ritual.

Salat juga berfungsi membentuk karakter dan akhlak seorang Muslim.

Kedisiplinan waktu, ketenangan jiwa, serta pengendalian diri menjadi nilai yang diajarkan melalui salat.

Hal ini berdampak langsung pada perilaku sehari-hari.

6. Harapan Setelah Masa Sulit

Isra’ Mi’raj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW menghadapi masa penuh ujian.

Peristiwa ini datang sebagai bentuk penghiburan dan penguatan.

Hikmah ini mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti disertai pertolongan Allah SWT.

Umat Islam diajak untuk tetap sabar dan optimistis dalam menghadapi cobaan hidup.

Baca juga: Doa-Doa yang Dianjurkan Dibaca pada Malam Isra Miraj

7. Penguatan Spiritualitas dan Hubungan dengan Allah

Isra’ Mi’raj menegaskan pentingnya hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.

Salat menjadi sarana utama untuk menjaga hubungan tersebut.

Melalui salat, umat Islam diajak untuk selalu mengingat Allah SWT.

Kesadaran spiritual ini membantu menjaga ketenangan dan keseimbangan hidup. (MG Agit Aida Musfiroh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.