TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur RSU Pancaran Kasih dr Maria Koagouw MKes membenarkan bahwa ada korban dugaan keracunan makanan yang datang berobat.
"Benar dugaan keracunan makanan Jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Bahu Manado tadi malam datang berobat," ujar Maria saat dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (17/1/2026).
Maria menjelaskan, ada sekitar 40 orang yang datang berobat dan 14 orang yang dirawat.
"Yang dirawat hanya 14 orang yang lain sudah pulang," tuturnya.
Menurutnya, para korban yang datang mengalami pusing dan mual-mual.
"Saat datang perawat langsung menangani dengan baik sehingga semua pasien bisa ditolong," ungkapnya.
Dia berharap semua pasien bisa secepatnya pulih dan kembali beraktivitas seperti biasanya.
GMS Manado terletak di di Kompleks Bahu Mall, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
Keracunan makanan massal ini terjadi setelah selesai ibadah dan digelar makan bersama pada, Jumat (16/1/2026) sore.
Hal ini telah dibenarkan oleh Kapolsek Malalayang Polresta Manado AKP Jusman Mori.
"Benar diduga terjadi kerancuan makanan kemarin," ujar Jusman saat dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (17/1/2026).
Jusman menjelaskan dari data yang diperoleh ada 94 orang yang dilarikan ke beberapa rumah sakit.
"Ada yang sudah pulang baru mengalami mual ada yang masih dalam perjalanan rasa pusing dan mual jadi langsung datang ke rumah sakit.
Yang pasti sudah langsung ditangani oleh rumah sakit dan ada juga para korban ini sudah pulang ke rumah masing-masing," ungkapnya.
Menurutnya, kasus ini sudah ditangani oleh Polresta Manado dan pengurus gereja serta yang menyediakan makanan akan dimintai keterangan.
"Kemungkinan besar Polresta akan minta keterangan ke beberapa pihak termasuk pengurus gereja," pungkasnya.
Sebelumnya di akhir tahun 2025 masyarakat Sulut juga sempat dihebohkan dengan kasus serupa.
Yakni di SMP Negeri 2 Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara dan di UKIT Tomohon.
Di SMP Negeri 2 Airmadidi 128 siswa dan guru mengalami keracunan makanan hingga menyebabkan gejala mual, pusing, dan diare setelah mengonsumsi paket makanan sekolah pada siang hari.
Peristiwa ini terjadi pada bulan November 2025.
Sementara di UKIT Tomohon, sekitar 100 mahasiswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan pada 11 September 2025.
Korban mengalami mual, muntah, diare, hingga pingsan. Mereka dilarikan ke RS Bethesda dan RS Gunung Maria Tomohon.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini