Daftar Keracunan Makanan di Sulut 2025-2026, Terbaru Jemaat GMS Manado
January 17, 2026 12:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terhitung dari akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 ini total ada tiga kasus menonjol keracunan makanan yang terjadi di Sulawesi Utara. 

Yang paling terbaru adalah kasus dugaan keracunan makanan yang dialami jemaat Gereja Mawar Sharon pada Jumat 16 Januari 2026 sore. 

Pada tahun 2025 lalu, sempat heboh dua kasus keracunan makanan. Yakni yang dialami mahasiswa UKIT Tomohon dan siswa serta guru di SMPN 2 Airmadidi. 

Berikut Daftar Kasus Keracunan Makanan di Sulut Akhir 2025 hingga Awal 2026

94 Jemaat Gereja Mawar Sharon Manado Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Bahu Manado diduga mengalami keracunan makanan.

GMS Manado terletak di di Kompleks Bahu Mall, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Keracunan makanan massal ini terjadi setelah selesai ibadah dan digelar makan bersama pada, Jumat (16/1/2026) sore.

Hal ini telah dibenarkan oleh Kapolsek Malalayang Polresta Manado AKP Jusman Mori.

"Benar diduga terjadi kerancuan makanan kemarin," ujar Jusman saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (17/1/2026).

Jusman menjelaskan dari data yang diperoleh ada 94 orang yang dilarikan ke beberapa rumah sakit.

"Ada yang sudah pulang baru mengalami mual ada yang masih dalam perjalanan rasa pusing dan mual jadi langsung datang ke rumah sakit.

Yang pasti sudah langsung ditangani oleh rumah sakit dan ada juga para korban ini sudah pulang ke rumah masing-masing," ungkapnya.

Menurutnya, kasus ini sudah ditangani oleh Polresta Manado dan pengurus gereja serta yang menyediakan makanan akan dimintai keterangan.

"Kemungkinan besar Polresta akan minta keterangan ke beberapa pihak termasuk pengurus gereja," pungkasnya.

Ratusan Siswa SMPN 2 Airmadidi Minut Sakit Perut, Diduga Keracunan Makanan

Siswa dan guru di SMPN 2 Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, diduga alami keracunan makanan yang terjadi pada Rabu (26/11/2025).

Menurut pihak sekolah, jumlah total ada ratusan orang.

 Mereka alami sakit perut, sakit kepala, pusing dan mual setelah konsumsi makanan dalam kemasan ompreng dari dapur penyedia untuk SMPN 2 Airmadidi.

Setelah kejadian itu distribusi makanan dari dapur penyedia makanan sudah distop sejak Kamis hingga Jumat (27-28/11/2025).

SMPN 2 Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, memiliki total 660 siswa yang tersebar di kelas 7, 8, dan 9.

Setiap tingkat terdiri atas tujuh rombongan belajar, mulai dari kelas A hingga G, dengan kapasitas rata-rata 32 siswa per kelas.

 Total keseluruhan rombongan belajar adalah 21 kelas.

Pada Rabu (26/11/2025), pihak sekolah menyalurkan makanan dari dapur untuk para siswa.

Berdasarkan data lapangan, jumlah siswa yang hadir dan menerima penyaluran mencapai sekitar 500 orang.

Proses distribusi dilakukan dalam dua tahap, yakni sekitar 400 siswa pada tahap pertama, disusul sekitar 200 siswa pada tahap berikutnya.

Sebagai bagian dari layanan makanan harian, sekolah menerima pasokan 660 ompreng setiap hari untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa.

Total yang sempat jalani perawatan ada 55 orang pasien dari SMPN 2 Airmadidi.

Dari jumlah tersebut, 22 pasien statusnya rawat jalan dan rawat inap 33 orang pasien.

Di tempat terpisah Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Maria Walanda Maramis Minut dr Andre Ramoh, menambahkan total pasien dari SMPN 2 Airmadidi yang sempat menjalani perawatan karena sakit perut 17 orang pasien.

"Rawat inap 9 orang, delapan rawat jalan," jelas dr Andre Ramoh.

Sementara itu untuk informasi di RS Hermana Lembean menurut informasi dari Kepala Sekolah SMPN 2 Airmadidi Agnes Mantiri ada 11 orang pasien.

Terdiri dari satu orang guru sudah pulang malam ini,delapan siswa pulang besok, satu guru pulang besok dan satu siswa lagi masih di rawat.

Rincian korban yang dirawat di Rumah Sakit

  • Di RS Hermana Lembean ada 19 pasien, rawat inap 11 orang, rawat jalan 8. 
  • Di RS GMM Tonsea Airmadidi total pasien 55 orang, 21 rawat jalan dan 34 rawat inap. satu guru dirawat inap dan dua guru rawat jalan.
  • DI RS Maria Walanda Maramis total pasien 17 orang, dalam observasi 4 pasien, rawat inap 8 pasien, rawat jalan 4 pasien. 

Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Ukit Tomohon

Pihak Polres Tomohon memeriksa 12 saksi terkait kasus keracunan massal mahasiswa Teologi UKIT Tomohon, Kamis (11/9/2025).

Kasat Reskrim Polres Tomohon Royke Mantiri menuturkan, sebanyak delapan saksi berasal dari dapur asrama.

"Kami periksa koki, orang dapur dan pihak yang membeli bahan makanan," kata dia kepada Tribunmanado.com Jumat (12/9/2025).

Pihaknya juga telah memintai keterangan korban keracunan.

Total ada empat pasien yang ditanyai terkait kasus tersebut.

Sebut dia, pihaknya juga sudah mengambil sampel makanan berupa tempe, sayuran dan penyedap rasa untuk diperiksa di labfor.

"Para korban ternyata makan makanan yang sama untuk menu pagi, siang dan sore," katanya.

Ia menyatakan, para mahasiswa dirawat di RS Bethesda dan Gunung Maria.

Ada mahasiswa yang jalani rawat inap, rawat jalan dan dipulangkan. 

Bebernya data sementara terdapat 68 mahasiswa yang alami keracunan.

Namun, sebut dia, data bisa saja bertambah. "Anggota masih melakukan pendataan," kata dia.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.