TRIBUNJOGJA.COM - Pada 16 Januari kemarin 'No Tail To Tell' resmi meliris episode pertama mereka dengan respon yang baik dari para penonton.
Drama fantasi-romansa terbaru SBS dengan judul No Tail To Tell yang dibintangi oleh Kim Hye-yoon dan Lomon resmi mengawali penayangan dengan rating nasional 3,7 persen berdasarkan data yang diberikan Nielsen Korea.
Meski nilai itu berada kisaran menegah, angka tersebut dianggap sebagai awal yang stabil untuk drama fantasi baru yang menargetkan penonton remaja hinggah dewasa muda.
Drama ini menandai kembalinya Kim Hye-yoon dalam genre fantasi detelah sebelumnya identik dengan karakter-karakter penuh energi.
Hadirnya Park Solomon -aktor muda yang namanya terus naik daun lewat karakter-karakter yang intens- menjadikan kombinasi yang menarik perhatian publik sejak dari penggumuman cast.
Pada penayangan episode pertama diceritakan tentang pertemuan takdir, identitas yang terselubung, dan nasib yang tertukar antar pemeran utama.
Kisah dibuka dengan memperkenalkan Eun-ho (Kim Hye-yoon) yang merupakan seorang gumiho yang hidup selama ratusan tahun.
Berbeda dengan gumiho klasik yang ingin menjadi manusia, Eun-ho justru menghindari perubahan menjadi manusia.
Alasannya sederhana 'Menjadi manusia berarti kehilangan kekuatan dan kehidupan abadinya'.
Selama ratusan tahun ia menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengabulkan keinginan manusia dengan imbalan tertentu.
Namun ia punya satu peraturan besar "Hindari berbuat baik terlalu banyak, karena kebaikan adalah jalan untuk berubah menjadi manusia".
Karakter Eun-ho digambarkan ceria, pintar bernegosiasi, namun memiliki dilema yang unik -ia ingin bebas dari kewajiban, tetapi keberadaannya terus menariknya ke urusan manusia.
Sampai akhirnya dua anak muda masuk kedalam orbit kehidupan Eun-ho.
Yang pertama ada Hyun Woo-seok (Jang Dong-joo), seorang atlet sepak bola remaja berbakat yang diprediksi akan mendapatkan masa depan yang cerah.
Dan juga Kang Si-yeol (Lomon), pemain sepak bola jenius yang tumbuh dalam kemiskinan, memiliki bakat yang luar biasa, tetapi tidak bisa memiliki fasilitas dan kesempatan.
Eun-ho dengan kemampuannya, melihat bahwa masa depan cerah seharusnya milik Woo-seok.
Namun keberadaan dua anak muda ini mulai mengguncang ketenangan hidupnya.
Pertemuan mereka terjadi ketika Woo-seok tertabrak mobil dalam kecelakaan misterius.
Sementara itu, Si-yeol menjadi satu-satunya daksi yang mengingat jelas kejadian dan wajah pelaku tabrak lari tersebut.
Kejadian itu menciptakan efek domino besar tentang nasib Woo-seok yang mulai meredup, Si-yeol yang tanpa sengaja menjadi kunci utama untuk mengungkap kebenaran, dan pelaku misterius yang ternyata seseorang yang memiliki kekuasaan besar.
Tak lama setelah kejadian kecelakaan, Eun-ho Disummon secara paksa oleh pelaku sebenarnya.
Lee Yoon (Choi Seung-yoon) merupakan pewaris chaebol -keluarga yang kaya raya dikorea- generasi keempat.
Lee Yoon memanggil Eun-ho karena ia mengetahui identitas dan kekuatan Eun-ho.
Ia meminta Eun-ho untuk menghapus ingatan Si-yeol agar kejahatannya tidak terungkap. Bahkan, ia menawarkan bayaran dua kali lipat agar Eun-ho mau membantu.
Konflik moral mulai muncul di titik ini, Eun-ho tidak suka urusan manusia, namun ia juga tidak mau menjadi manusia, dan uang adalah motivasi kuat baginya.
Ketika Eun-ho datang menemui Si-yeol untuk menjalankan permintaan Lee Yoon, ia terkejut karena melihat visi tentang kehidupan masa depan Si-yeol.
Yang lebih mengejutkan, masa depan itu adalah masa depan yang seharusnya dimiliki oleh Woo-seok.
Dari adegan tersebut, dapat disimpulkan takdir antara Si-yeol dan Woo-seok telah tertukar.
Penemuan ini membuat Wun-ho bingung, karena perubahan takdir tidak terjadi alami, ada kekuatan besar yang menyebabkan pertukaran takdir tersebut.
Hal ini menjadi fondasi konflik besar drama di episode-episode berikutnya.
Drama ini langsung menarik perhatian, alih-alih gumiho yang ingin menjadi manusia, drama ini menyajikan gumiho modern yang tidak inginmenjadi manusia, memberikan premis yang segar dan jarang muncul.
Gaya akting Kim Hye-yoon yang cerah dan hidup dengan julukan 'vitamin manusia' kembali melekat pada KIm Hye-yoon melalui karakter Wun-ho yang lincah, cepat berfikir, dan penuh ekspresi.
Chemistry antara hubungan antara Eun-ho dan Si-yeol yang baru dimulai lewat konflik takdir menjadi jalan bahwa hubungan mereka akan terus berkembang intens pada episode-episode selanjutnya.
Serta setting urban, efek visual ringan, dan suasana hangat menjadi daya tarik tersendiri untuk drama ini. (MG/Nurul Zakiyyah).