Nelayan Nganggur Efek Cuaca Buruk, Emak-emak dan Pengusaha di Bulukumba Mengeluh Harga Ikan Mahal
January 17, 2026 03:20 PM

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Harga ikan di Bulukumba naik sejak tahun baru.

Cuaca buruk dua pekan terakhir menjadi salah satu penyebab.

Sejumlah nelayan memilih tinggal di rumahnya dibanding melaut.

Mereka khawatir kondisi cuaca yang tak menentu.

Sejak dua pekan lalu, emak-emak di Bulukumba mulai mengeluhkan harga ikan mahal.

"Harga ikan makin mahal," kata Ifa, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Baznas-Pemkab Bersama Komunitas Tionghoa Bulukumba Terbang ke Sumatera Salurkan Bantuan Bencana

Harga ikan kembung lima ekor Rp20.000.

Padahal sebelumnya, uang Rp20 ribu bisa mendapatkan tujuh hingga delapan ekor ikan.

Nurman pengusaha warung makan di Kecamatan Ujung Bulu juga ikut mengeluhkan harga ikan.

Ia mensiasati agar pelanggannya tidak lari.

"Saya terpaksa beli yang kecil-kecil, daripada kita jual mahal lalu pelanggan lari," katanya.

Naiknya harga ikan menjadikan warungnay semakin sulit.

Sebab harga ayam potong juga ikut mahal saat ini.

Harga daging ayam potong Rp 60 ribu per ekor hingga Rp 70 ribu per ekor.

Rata-rata Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per kilo.

Harga daging ayam naik setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba berjalan.

Nelayan di Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Sudarman, mengungkapkan bahwa harga ikan naik karena nelayan sebagian besar tak melaut.

" Nelayan takut melaut karena gelombang tinggi dan angin kencang. Kalaupun ada yang melaut itu dibagian pinggir-pinggir saja," kata Sudarman.

Jika memaksakan diri melaut, sama halnya menantang maut.

Aktifitas jual beli ikan di Pulau Selayar saat ini juga cukup terbatas.

Kepala Syahbandar Bulukumba, Muh Sjech Idrus, mengimbau nelayan untuk senantiasa memperhatikan perkembangan cuaca.

" Jangan memaksakan diri jika cuaca buruk seperti ini. Mohon dimonitor perkembangan cuaca setiap saat apalagi jika kita di laut," katanya.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.