Pembangunan Kawasan Industri Pupuk di Fakfak Jadi Sorotan
January 17, 2026 05:16 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus Papua Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau Billy Mambrasar menilai rencana pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Papua.

Pembangunan industri pupuk, ujarnya, dapat memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong hilirisasi di kawasan timur Indonesia.

Billy mengatakan selama ini biaya logistik pupuk menjadi salah satu beban terbesar
dalam pengembangan sektor pertanian di Papua.

Biaya pengiriman pupuk bahkan dapat mencapai hampir sepertiga dari total biaya produksi petani.

“Dampaknya akan besar sekali. Biaya pengiriman pupuk selama ini lebih dari sepertiga dari
biaya pertanian. Jadi bayangkan ketika terjadi hilirisasi pupuk, maka biaya logistiknya akan
lebih murah,” kata Billy dikutip Sabtu, 17 Januari 2025.

Dengan biaya logistik yang lebih efisien, lanjut Billy, produk-produk pertanian Papua akan
menjadi lebih kompetitif.

 Penurunan biaya produksi itu diharapkan akan berdampak positif pada peningkatan daya saing komoditas pertanian Papua.

Selain itu, dia meyakini produktivitas petani di Papua juga akan meningkat, seiring akses pupuk yang semakin dekat dan mudah.

“Kalau biayanya turun, otomatis harga komoditasnya kompetitif. Dan, yang kedua,
produktivitasnya pasti meningkat, karena akses pupuk lebih dekat,” kata dia.

Berdasarkan data, pembangunan industri pupuk di Kabupaten Fakfak diproyeksikan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua dan digarap oleh PT Pupuk Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, mendukung program food estate dan mendorong ekonomi Papua sekaligus menekan biaya logistik.

Proyek ini akan memproduksi 1,15 juta ton urea dan 825.000 ton amonia per tahun dengan investasi puluhan triliun rupiah dan dibangun di Distrik Tomage.

Efek Berganda

Billy mengatakan pembangunan industri pupuk tidak hanya berdampak pada sektor
pertanian, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian Papua.

Ketersediaan bahan baku pupuk berupa gas alam di Papua membuka peluang hilirisasi sumber daya alam yang bernilai tambah sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja.

"Dampak bergandanya itu luar biasa dari sisi income, revenue, sampai penyerapan tenaga kerja,” kata dia. (tribunnews/fin)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.