TRIBUNMANADO.CO.ID - Api melalap dua rumah warga di Kecamatan Sonder, Minahasa, Jumat malam (16/1/2026), menyebabkan kerugian hingga Rp380 juta.
Meski kobaran api sempat membesar dan terdengar ledakan dari dapur, seluruh penghuni dipastikan selamat tanpa korban jiwa.
Kebakaran hebat melanda dua unit rumah warga di Desa Kolongan Atas Dua Jaga IV, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Jumat (16/1/2026) malam.
Baca juga: Kebakaran di Sonder Minahasa, Dua Rumah Ludes Dilahap Api, Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapolsek Sonder, Iptu Hanny Montolalu, memastikan seluruh penghuni rumah berhasil selamat dan tidak mengalami luka akibat kebakaran.
“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka, seluruh penghuni dalam keadaan selamat,” ujar Iptu Hanny.
Upaya pemadaman dilakukan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pertamina PGE Lahendong tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WITA.
Selanjutnya, armada pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Minahasa turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Menurut Kapolsek, api dengan cepat membesar karena material bangunan rumah sebagian besar terbuat dari kayu.
“Material rumah yang didominasi kayu membuat api cepat merambat ke bagian lain,” jelasnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.30 WITA dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Berdasarkan pendataan sementara, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 380 juta.
“Kerugian untuk keluarga Pioh–Rumondor sekitar Rp350 juta dan keluarga Rumantow–Rompis sekitar Rp30 juta,” ungkap Iptu Hanny.
Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar yang sebelumnya dinyalakan pemilik rumah sebelum meninggalkan lokasi.
“Saat ini masih dilakukan pendalaman, namun keterangan awal mengarah pada sumber api dari obat nyamuk bakar,” pungkasnya.
Api pertama kali diketahui oleh tiga saksi, yakni Swingly Runtuwene (28), Stery Lempoy (24), dan Marsel Kembau (41), saat sedang berada di teras rumah Oma Yohana Rumondor.
Melihat kobaran api muncul dari salah satu kamar, para saksi spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Warga sempat panik karena api cepat membesar dan terdengar suara ledakan dari arah dapur,” kata Kapolsek.
Dalam situasi darurat tersebut, warga bersama-sama mengevakuasi tiga unit kendaraan milik korban, yakni Toyota Soluna, Toyota Kijang, dan Daihatsu Taruna, ke tempat yang lebih aman.
Pemilik rumah, Oma Yohana Rumondor (83), dipastikan selamat.
Ia saat kejadian sudah meninggalkan rumah sejak pukul 18.20 WITA untuk menginap di rumah tetangganya.
“Korban tidak berada di lokasi saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa,” tambah Iptu Hanny.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini