Kabar Himawan, Teman Mendaki Syafiq Ali yang Dicurigai, Sibuk Main Game Saat Dimintai Keterangan 
January 17, 2026 06:49 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Nama Himawan, rekan pendakian Syafiq sejak SMP, menjadi sorotan publik karena keterangannya dinilai janggal oleh sebagian relawan.

Relawan Lahar Brata mengungkapkan pengalamannya saat Himawan dimintai keterangan.

“Informasi beberapa teman, Mas Himawan awal-awal diintrogasi itu menjawab pertanyaan sambil main game. Itu ya, itu terverifikasi,” ungkap Lahar dalam siaran langsung, Jumat (16/1/2025).

Pernyataan ini menjadi sorotan karena datang dari relawan lapangan yang dikenal aktif dan berpengalaman.

Lahar juga menyampaikan adanya pengakuan cekcok antara Syafiq dan Himawan sebelum keduanya berpisah.

“Mas Himawan menyampaikan bahwa mereka sempat cekcok. Tapi cekcok seperti apa tidak pernah dijelaskan secara detail,” ujarnya.

Menurut Lahar, peristiwa itu memang disebutkan, namun tidak pernah diurai secara utuh, menyisakan ruang kosong dalam rangkaian kronologi.

Ia menegaskan, setiap pernyataan yang disampaikannya memiliki dasar dokumentasi dan rekaman.

Kini, pencarian panjang itu telah berakhir. Bagi keluarga, Syafiq telah pulang bukan hanya dari Gunung Slamet, tetapi ke pangkuan Sang Pencipta.

Keikhlasan menjadi penutup dari perjalanan yang dimulai dengan harapan, diuji oleh ketidakpastian, dan berakhir dengan doa.

Himawan Dibawa ke Polres

Sebuah unggahan di media sosial akun Instagram @demendolan membagikan sebuah video yang memperlihatkan momen Himawan, rekan pendaki almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan, saat akan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah orang berkumpul di sebuah lokasi yang diduga berada di sekitar permukiman.

Himawan tampak mengenakan jaket dan topi, berada di tengah-tengah beberapa orang lain, dengan sepeda motor terparkir di area tersebut. Suasana terlihat serius, meski tanpa keributan.

Pada bagian keterangan video, akun @demendolan menuliskan pernyataan yang kemudian ramai dikutip warganet:

“Moment Himawan pendaki gunung Slamet mau dibawa ke polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.”

Teks serupa juga muncul dalam potongan video yang diunggah, menegaskan bahwa kehadiran aparat dan pihak terkait bertujuan untuk menggali informasi lanjutan dari Himawan.

Unggahan ini sontak menuai beragam reaksi.

Sejumlah warganet mempertanyakan alasan pemeriksaan lanjutan tersebut, sementara lainnya menilai langkah aparat diperlukan untuk mengungkap secara terang kronologi peristiwa pendakian yang berujung duka.

Kasus pendakian Gunung Slamet sendiri masih menjadi perhatian publik setelah jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan pada hari ke-17 pencarian, meski area tersebut diklaim telah berulang kali disisir oleh tim SAR dan relawan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi detail dari pihak kepolisian terkait hasil pemeriksaan terhadap Himawan.

Namun, momen yang terekam dan beredar luas ini menegaskan bahwa proses penelusuran fakta masih terus berjalan.

Ucapan Terakhir Syafiq Ali 

Terungkap ucapan terakhir Syafiq Ali seorang pendaki yang dinyatakan hilang selama 17 hari di Gunung Slamet. 

Menurut pengakuan Dani Rusman ayah Syafiq Ali, anaknya bukan pendaki berpengalaman.

Gunung Andong menjadi pendakian pertamanya, sebelum kemudian Gunung Slamet menjadi gunung kedua sekaligus terakhir yang ia daki.

Bahkan, kepergian Syafiq ke Slamet bukanlah rencana awal.

“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani, mengenang cerita sang anak, Kamis (15/1/2026).

Namun, di tengah perjalanan, entah karena dorongan spontan atau perubahan rencana, langkah Syafiq justru berbelok menuju Gunung Slamet.

Kepada sang ibu, Syafiq sempat mengirimkan pesan singkat yang kini menjadi kenangan paling menyayat.

‘Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,’ tulis Syafiq.

Pesan itu menjadi isyarat terakhir bahwa anaknya tengah berada di jalur yang tak pernah direncanakan sejak awal.

Meski demikian, bagi Dani, peristiwa ini menyimpan pesan penting, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi siapa pun yang hendak mendaki gunung.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya lirih.

Ia berharap, Syafiq menjadi anak terakhir yang harus pergi dengan cara seperti ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.