TRIBUNMANADO.CO.ID - Pakatuan Wo Pakalawiren, renungan lansia GMIM dalam sepekan mulai 25 - 31 Januari 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 2:7-17.
Tema perenungan adalah Mengasihi Saudara Adalah Wujud Hidup di dalam Terang.
Khotbah:
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Seiring dengan berjalannya waktu, kita merenungkan kembali perjalanan hidup tentang apa yang telah kita lakukan.
Bagaimana hubungan kita dengan sesama dan terutama hubungan kita dengan Tuhan Allah. Yohanes dalam suratnya
menekankan bahwa mengasihi sesama adalah wujud atau bukti bahwa kita hidup dalam terang Yesus Kristus.
Ini adalah panggilan yang tidak mengenal usia. Tema perenungan warga GMIM di minggu berjalan ini, "Mengasihi Saudara adalah Wujud Hidup dalam Terang."
Yohanes menyebut kasih sebagai perintah lama yang telah didengar sejak semula. Namun, kasih itu juga menjadi baru karena diperbarui oleh teladan Yesus Kristus.
Bagi kita yang sudah Lanjut Usia, kasih bukan hal baru, tetapi Tuhan Allah memanggil kita untuk memperbarui kasih itu setiap hari.
Yohanes selanjutnya menegaskan bahwa membenci saudara adalah tanda kita masih hidup dalam kegelapan.
Bahkan, kita bisa tersandung karena kebencian yang kita pelihara diarn diam. Siapakah yang dimaksud dengan saudara?
Apakah saudara yang dimaksud memiliki hubungan darah ? Kita akan merenungkan lebih jauh tentang mengasihi saudara.
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kata "saudara" yang digunakan dalam perikop ini berasal dari bahasa Yunani: a64.(póç :adelphos.
Kata ini secara harfiah berarti "saudaralaki-laki", tetapi dalam konteks Perjanjian Baru, maknanya meluas menjadi saudara seiman, yaitu sesama orang percaya dalam Yesus Kristus.
Merujuk kepada anggota komunitas sesama pengikut Yesus Kristus. Yohanes 3:14: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara-saudara kita."
Jelas bahwa ini berbicara juga tentang saudara seiman.
"Sesama orang percaya" atau saudara seiman dalam Yesus Kristus.
Jadi saudara dalam hal ini bukan hanya saudara ikatan darah, melainkan juga sesama dalam ikatan iman.
Prinsip kasih ini tidak hanya terbatas pada sesama orang Kristen saja. Yesus Kristus jelas mengajarkan kita untuk mengasihi semua orang, termasuk musuh (lih. Matius 5:44).
Namun, dalam konteks khusus surat ini, Yohanes sedang menekankan hubungan antar umat percaya di dalam komunitas Kristen.
Yohanes mengingatkan agar tidak hidup dalam kebencian karena kebencian membawa kegelapan dan sandungan, serta hidupnya tidak mengetahui arah ke mana ia pergi, karena ia telah hidup dalam kegelapan.
Hidup orang percaya diampuni karena Yesus Kristus, oleh karena itu kepada bapak-bapak secara disebut sebagai yang telah mengenal Yesus Kristus, kepada orang muda yang telah mengalahkan yang jahat, yang kuat karena Firman Tuhan Allah diam di dalam kamu.
Kepada semuanya diajak untuk tidak mengasihi dunia dan diam di dalamnya, terikat spesifik oleh dunia, maka kasih Tuhan Allah tidak ada di dalam orang itu. Orang percaya dipanggil untuk hidup di dalam Kasih Tuhan Allah.
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Di usia senja, kita makin menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara. Harta, kedudukan, bahkan
kekuatan fisik pun akan berlalu.
Tetapi kasih kepada Tuhan Allah dan sesama adalah warisan rohani yang abadi. Oleh karena itu dibagian akhir perenungan dalant perikop pembacaan Alkitab minggu ini Yohanes mengingatkan jangan mengasihi dunia, tetapi mengasihi Tuhan Allah dan sesama;
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya..." (ayat 15). Dunia menawarkan: keinginan daging,
keinginan mata, keangkuhan hidup. Semua itu akan lenyap.
Yang kekal adalah orang yang melakukan kehendak Tuhan Allah, yaitu mengasihi dengan tulus.
Ibu, Bapak lansia yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Hidup ini singkat. Kita sudah melihat bagaimana semuanya bisa berlalu, harta, kekuatan, bahkan orang-orang
yang kita kasihi. Mari kita investasikan hidup kita dalam kasih yang tulus, karena itulah yang akan tinggal sampai kekekalan.
Mengasihi saudara adalah bukti nyata bahwa kita hidup dalam terang Yesus Kristus.
Terang itu tidak hanya menerangi jalan kita sendiri, tetapi juga menerangi jalan orang lain melalui tindakan kasih, pengampunan dan perhatian yang kita berikan.
Di usia tanjut, kita justru memiliki kesempatan besar untuk menjadi teladan kasih.
Dengan kata-kata yang bijak, pelukan yang hangat, doa yang tulus dan hati yang mengampuni.
Kita bisa menjadi terang di tengah keluarga, jemaat dan di lingkungan kita berada.
Mungkin ada di antara kita yang merasa lebih mudah mengasihi orang luar dari pada sesama orang gereja.
Tapi justru di sinilah ujian iman kita, apakah kita bisa tetap mengasihi mereka yang kita jumpai setiap minggu,
yang mungkin pemah mengecewakan kita?
Kasih kepada saudara seiman adalah cermin nyata bahwa terang Yesus Kristus sungguh hidup dalam kita.
Kita yang sudah menjalani banyak tahun kehidupan, tentu telah mengalami berbagai relasi dengan orang lain; keluarga,
sahabat, tetangga, rekan pelayanan.
Kita tahu, bahwa relasi yang indah itu seperti terang yang memberi kehangatan, tetapi relasi yang rusak itu bisa seperti kegelapan yang menyakitkan.
Kadang kita merasa lebih mudah mengampuni orang luar dari pada sesama jemaat.
Namun, kasih kepada saudara seiman adalah ujian spiritualitas yang sesungguhnya.
Jika kita bisa mengasihi mereka yang dekat dan berbeda dengan kita, terang Yesus Kristus benar-benar nyata dalam hidup kita.
Di usia tua, kita sering melihat kembali masa lalu. Jangan biarkan kepahitan, dendam, atau luka lama
menguasai hati kita.
Mari kita selesaikan dengan kasih, agar terang Yesus Kristus memimpin langkah kita sampai akhir.
Peran penting kita lansia adalah menjadi teladan kasih di keluarga, gereja dan masyarakat.
Menjadi pendamai di tengah konflik, berarti menjadi pelita yang menerangi generasi di bawah kita.
Masa lalu kita tidak akan biarkan menghalangi kasih hari ini. Mari hidup dalam terang dan menjadi terang bagi
orang lain. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita. Amin.
Sumber: dodokugmim.com