- Dugaan seorang personel Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio menjadi tentara bayaran Rusia mencuat setelah dirinya mengirim foto dan video kepada rekan di Indonesia.
Bripda Rio mengaku mendapat gaji puluhan juta rupiah dari pekerjaannya sekarang.
Bripda Rio disebut mengirim pesan foto dan video kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin, pada Rabu (7/1/2026).
Dalam pesan tersebut, Rio memperlihatkan proses pendaftaran sebagai tentara bayaran.
Termasuk informasi gaji dalam mata uang Rubel yang dikonversi ke rupiah.
Dalam sebulan, Rio mengaku mendapat gaji sebesar Rp 42 juta sebagai tentara bayaran Rusia.
Bripda Rio juga mengaku mendapat pangkat Letda sebagai tentara Rusia.
Atas tindakannya tersebut, Bripda Rio telah dipecat sebagai anggota Polri.
Pasalnya, ia juga melakukan desersi sejak Desember 2025.
Kabar ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto.
Sebelum kasus desersi ini, Bripda Muhammad Rio juga memiliki riwayat pelanggaran kode etik.
Ia pernah disidang KKEP pada Mei 2025 atas kasus perselingkuhan dan pernikahan siri.
Atas perbuatannya itu, Rio disanksi mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob.