BANJARMASINPOST.CO.ID - Hasil Pertandingan man United vs Man City baru saja berakhir. Skor akhir adalah 2-0 di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026) malam.
Bryan Mbeumo membuka skor pada menit 70 disusul Patrick Dorgu menit 76 melalui penyelesaian voli tajam.
Hasil ini menjatuhkan City ke posisi ketiga Premier League, sementara United merapat ke zona Eropa dalam perburuan papan atas.
Fakta di lapangan menunjukkan Derby Manchester langsung hidup sejak menit pertama. United tampil dengan pressing agresif, memutus sirkulasi City yang biasanya dibangun dari Rodri.
Baca juga: Skor Babak I: Manchester United vs Man City 0-0, Maguire Kena Mistar, Mainoo Punya Peluang Emas
Man United menciptakan peluang emas cepat lewat tandukan Harry Maguire yang menghantam mistar pada menit ke-3, memanfaatkan sepak pojok Bruno Fernandes—momen yang hampir merobek ketegangan Old Trafford.
City bereaksi dengan rotasi overload kiri: Rodri turun sebagai ball-progressor, Aké naik melebar, dan Doku melakukan cut-inside berulang.
Namun setiap situasi berbahaya dipatahkan oleh kedisiplinan backline United. Dua kali Senne Lammens melakukan penyelamatan krusial—atas sundulan Max Alleyne (37’) dan tembakan Antoine Semenyo (39’)—membuktikan City dominan bola, tapi inferior peluang.
Tempo City mulai retak setelah Rodri menerima kartu kuning menit 45+2. United memaksakan duel fisik, empat offside tercatat, dan tiga kartu kuning keluar. Babak pertama ditutup 0-0: City menguasai bola, United menguasai ancaman.
Jalannya Pertandingan Babak I
Fakta di lapangan menunjukkan Derby Manchester langsung menyala sejak menit pertama.
Manchester United membuka laga dengan pressing agresif, memaksa City beberapa kali kehilangan ritme distribusi bola.
Momen terbaik United hadir sangat cepat ketika Harry Maguire menanduk bola dan mengenai mistar pada menit ke-3, memanfaatkan sepak pojok umpan Bruno Fernandes momen yang hampir memecah kebuntuan di tengah tekanan publik Old Trafford.
Manchester City membalas melalui pola rotasi klasik: Rodri turun membangun sirkulasi, Nathan Aké naik memberi overload kiri.
Sementara Jérémy Doku menjadi katalis serangan cut-inside.
Namun setiap penetrasi City berujung mentah oleh disiplin formasi United, terutama dua penyelamatan Senne Lammens atas sundulan Max Alleyne (37’) dan tembakan jarak jauh Antoine Semenyo (39’).
United sendiri menciptakan peluang emas lain melalui Patrick Dorgu menit ke-22 yang memaksa Donnarumma melakukan penyelamatan refleks di tiang dekat momen yang mengirimkan pesan bahwa City tak sepenuhnya aman.
Robeknya tempo City makin terasa setelah Rodri menerima kartu kuning pada menit 45+2 akibat pelanggaran keras, sebuah indikasi City kehilangan kontrol emosional.
Fase akhir babak pertama berubah menjadi duel fisik dan adu pressing yang tidak rapi. Pelanggaran demi pelanggaran terjadi, empat offside United tercatat, dan wasit terpaksa mengeluarkan tiga kartu kuning: Diogo Dalot, Luke Shaw, dan Rodri.
Namun intensitas tinggi itu belum menghadirkan gol. City menguasai bola, United menguasai peluang.
Babak pertama ditutup 0-0, tetapi narasi permainan jelas: United lebih berbahaya, City lebih dominan, namun keduanya masih gagal menciptakan “punchline” yang mengubah skor.
Babak Kedua
Memasuki 45 menit terakhir, laga berubah menjadi jual beli serangan. United menaikkan garis pressing, sementara City justru merespons dengan rotasi pergantian besar pada menit 80—menandai kepanikan struktural Pep Guardiola setelah tertinggal dua gol.
Gol 1 – Bryan Mbeumo (70’)
Serangan balik rapi dimotori Bruno Fernandes yang menemukan celah di half-space kanan. Umpan terobosan akurat membuka ruang, Mbeumo menyambar bola dari jarak dekat untuk menaklukkan Donnarumma. Gol ini besar bukan hanya secara skor, tetapi juga menghancurkan ritme City yang mulai longgar sejak pertengahan laga.
MU 1-0 City.
Gol 2 – Patrick Dorgu (76’)
Hanya enam menit berselang, Old Trafford bergemuruh lagi. Matheus Cunha melepas umpan silang terukur, disambar Dorgu dengan voli keras ke tiang kanan—sebuah eksekusi klinis di laga besar.
MU 2-0 City.
United kemudian memasuki mode High Pressing + Compact Block, memaksa City frustasi. Upaya Rico Lewis (87’) yang melayang ke tribun adalah bukti betapa City kehabisan ide. Pergantian Guardiola—Haaland, Doku, Silva diganti—tidak memperbaiki alur. City berubah menjadi tim tanpa struktur, tanpa predator.
United justru semakin nyaman, memaksa City melakukan kesalahan progresi di sepertiga akhir.
Laga Hidup Mati di Old Trafford berakhir untuk City, yang terlihat seperti tim kehilangan kontrol dan arah.
Menit 90+6 – Gol Patrick Dorgu (3-0)
Setelah peluang Amad Diallo membentur tiang menit 90+4, bola liar yang dihalau pertahanan City disambar Dorgu menjadi gol ketiga. Sebuah penegasan dominasi total. Namun gol di batralkan wasit setelah cek VAR.
STATISTIK PERTANDINGAN
Statistik Man United Man City
Penguasaan bola 48 persen 52 persen
Tembakan tepat sasaran 6 3
Akurasi umpan 84 persen 86 persen
Pelanggaran 14 11
SUSUNAN PEMAIN
Manchester United
Lammens; Dalot, Maguire, Martínez, Shaw; Mainoo, Casemiro (Ugarte 81’); Amad Diallo, Bruno Fernandes, Patrick Dorgu; Bryan Mbeumo.
Cadangan: Cunha, Ugarte, Mount, Lindelöf, Garnacho, Højlund, Pellistri.
Manchester City
Donnarumma; Rico Lewis, Khusanov, Alleyne, Aké; Rodri, Bernardo Silva, Semenyo; Foden, Doku, Haaland (Mukasa 80’).
Cadangan: Mukasa, Reijnders, Aït-Nouri, Alvarez, O’Reilly.
Catatan Nilai Pasar (IDR) Singkat
Erling Haaland (Market Value ± €180 juta ? ± Rp3,1 triliun)
Phil Foden (€150 juta ? ± Rp2,6 triliun)
Bruno Fernandes (€70 juta ? ± Rp1,2 triliun)
KLASEMEN TERBARU
Pos Klub Main Poin
1 Arsenal 21 49
2 Aston Villa 21 43
3 Manchester City 22 44
4 Liverpool 21 35
5 Brentford 21 33
6 Manchester United 22 36
Catatan: City tergeser oleh Aston Villa, United melonjak ke 6 besar.
JADWAL SELANJUTNYA
Manchester United
vs Brentford – Old Trafford
vs Aston Villa – Villa Park
Manchester City
vs Liverpool – Etihad
vs Chelsea – Stamford Bridge
Sudut Pandang: Catatan Kritis Redaksi
Fakta di lapangan menunjukkan kemenangan 2-0 ini sepenuhnya layak bagi Manchester United. Mereka lebih efisien, lebih intens, dan lebih siap secara emosional.
City bermain dominan tanpa arah: lini tengah terlalu tergantung pada Rodri, sementara Haaland terisolasi terbukti hanya dua sentuhan di kotak penalti dalam 60 menit pertama.
Donnarumma menyelamatkan City dari kekalahan besar, tapi dua gol yang masuk adalah konsekuensi dari struktur pertahanan yang rapuh setelah overload gagal bekerja. Guardiola jelas berada di bawah tekanan besar. City kehilangan identitas, kehilangan ketenangan, dan—yang paling fatal—kehilangan kontrol.
United sebaliknya menunjukkan pola matang: pressing terukur, transisi cepat, dan final-third yang tuntas. Dorgu dan Mbeumo memberi bukti bahwa lini serang United kini jauh lebih mobile dan tak mudah ditebak.
Jika tren ini berlanjut, narasi musim bisa berbalik:
City dalam mode darurat, United muncul sebagai kekuatan Eropa baru.
(Banjarmasinpost.co.id)