4 Tahun Warga Patungan untuk Bangun Jembatan Bambu, Tak Pernah Diperbaiki Pemerintah Sejak 2021
January 17, 2026 09:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Terjadi lagi aksi warga patungan untuk bangun jembatan di desanya.

Kali ini aksi itu dilakukan warga Dusun Lancaran, Desa Palengaan Dajah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Mereka terpaksa patungan membangun jembatan dari bambu dan kayu akibat kesulitan akses ke desa lain pada Sabtu (17/1/2026).

Warga setempat kompak meninggalkan pekerjaan dan memilih gotong royong untuk membangun jembatan.

Sebab, sejak empat tahun terakhir, mereka mengalami kesulitan akses menuju ke desa lain.

Baca juga: Apresiasi Warga Bangun Jembatan Sementara, Gus Haris Jamin Pemkab Probolinggo Tak Tinggal Diam

Moh. Wasil, warga setempat, mengaku bahwa warga membangun jembatan dengan cara swadaya.

Mulai dari bambu, kayu, dan uang sumbangan bersumber dari masyarakat. "Ada yang bantu kayu dan bambu.

Ada juga yang bantu untuk makan. Semua kompak," katanya, melansir dari Kompas.com.

Dia mengatakan, jembatan sebenarnya sudah lama dibuat.

Tetapi, setiap tahun rusak karena berbahan dasar kayu dan bambu. 

Padahal, jembatan tersebut adalah akses utama dari Desa Palengaan Dajah ke Desa Palengaan Laok.

Menurut Wasil, jembatan tersebut satu-satunya akses ke pasar dan ke sekolah.

Termasuk semua aktivitas warga pasti melintasi jembatan tersebut.

"Karena ini akses utama, kita selalu memperbaiki. Sekarang dibangun baru," ujarnya.

Tak Lagi Dibangun Pemerintah Sejak Tahun 2021

Wasil menceritakan, dulu pernah ada jembatan tetapi rusak pada tahun 2021. Sejak itu, tidak pernah ada pembangunan jembatan lagi oleh pemerintah.

Oleh karena itu, masyarakat membuat jembatan secara swadaya dengan biaya sumbangan setiap tahun.

Bahkan, menurut dia, warga sudah meminta bantuan kepala desa setempat.

Namun, belum ada pembangunan.

"Sehingga warga terpaksa sumbangan demi mendapatkan akses ke desa-desa lain. Kebetulan di sini perbatasan antara Desa Palengaan Dajah dengan Desa Palengaan Laok," katanya.

Di tengah upaya swadaya itu, Wasil berharap ada perhatian dari pemerintah setempat. Sehingga akses masyarakat tidak terganggu dibangun jembatan yang layak.

"Kami sudah lama menyampaikan ke kepala desa. Bahkan, sebelum dibangun sekarang, kita tanyakan lagi. Tapi jawabannya belum jelas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Palengaan Daya, Syamsul Arifin belum menjawab saat berusaha dikonfirmasi, Telepon dan pesan singkat dari Kompas.com belum mendapat tanggapan.

Berita Lain

Seorang petani bernama Rustam (45) membangun jalan yang rusak di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memakai uang pribadi.

Rustam tak tahan melihat jalan di depan rumahnya yang memprihatinkan dan menyulitkan aktivitas warga, terutama petani saat mengangkut hasil panen.

Aksi ini diakui Rustam sebagai wujud cita-citanya.

Ia pun menghabiskan uang hingga puluhan juta rupiah.

"Pengerjaan sudah sekitar 50 meter, sisanya kurang lebih 50 meter lagi. Rencana ini sudah lama, istilahnya supaya jalan kita nyaman dipandang dan lingkungan bersih. Ini memang cita-cita saya sejak kecil, supaya jalan desa kita enak dilewati warga maupun saudara," ujarnya, melansir dari Kompas.com.

Baca juga: Setelah Habiskan Rp 2 M untuk Bangun Jalan 10 Km, Mat Yasin Siapkan Rp 1 M untuk Perbaiki Desa Lain

Rustam telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat sebelum memulai pembangunan dan mendapatkan izin serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Wukirsari.

 "Sudah izin ke pak RT untuk membangun jalan desa," jelas dia.

Kepala Desa Wukirsari, M Sulistiono, mengapresiasi kepedulian Rustam yang dinilai sangat membantu pemerintah desa di tengah keterbatasan anggaran.

"Partisipasi warga seperti ini sangat kami hargai. Ini bentuk kepedulian terhadap kepentingan umum. Pemerintah desa tentu mendukung," ujar Sulistiono, Jumat (9/1/2026).

Sulistiono mengakui, masih banyak ruas jalan di Desa Wukirsari yang belum tersentuh pembangunan akibat keterbatasan dana desa, luas wilayah, dan kondisi geografis yang terjal.

"Jalan di desa kami memang belum semuanya tersentuh pembangunan. Anggaran terbatas, sementara wilayah cukup luas. Apa yang dilakukan Pak Rustam ini sangat membantu," katanya.

Ia menambahkan, dana desa tahun ini diperkirakan mengalami penurunan, sehingga swadaya masyarakat menjadi penopang penting pembangunan desa.

Pemerintah Desa Wukirsari berharap aksi Rustam dapat menginspirasi warga lain untuk berkontribusi dalam pembangunan fasilitas umum.

"Mudah-mudahan kepedulian ini bisa dicontoh. Jalan yang sudah dibangun semoga dirawat bersama demi kepentingan warga," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.