Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel Siaga Pasca Hilang Kontaknya Pesawat ATR 42-500 di Maros
January 17, 2026 10:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menyiagakan Pos Ante Mortem menyusul hilang kontaknya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta-Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Berdasarkan data awal AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, dengan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung perbatasan Maros - Pangkep dan Bone.

Gunung Bulusaraung ketinggian 1.353 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL).

Kawasan ini berjarak sekitar 21 km sebelah timur Pangkajene, ibu kota Pangkep dan sekitar 26 km tenggara Maros. 

Kawasan ini masuk Taman Nasional Bantimurung dan hutan vegetasi basah Karaengta.

PESAWAT HILANG KONTAK - Suasana Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, mendadak ramai, Sabtu (17/1/2026). Belasan ambulans dan kendaraan keluar-masuk kampung menyusul kabar dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.
PESAWAT HILANG KONTAK - Suasana Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, mendadak ramai, Sabtu (17/1/2026). Belasan ambulans dan kendaraan keluar-masuk kampung menyusul kabar dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. (TRIBUN TIMUR/Edi Sumardi)

Akses ke kawasan pendakian favorit anak pencita alam ini bisa dari kawasan Leang-leang, Jalan Poros Maros - Bone. 

Dari Pangkep bisa diakses dari Jalan Poros Makassar - Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.

Baca juga: Susah Akses Internet di Lokasi Jatuhnya Pesawat Indonesia Air Transport, TNI Pakai Starlink

Pos pengumpulan data diri korban tersebut disiapkan di lobi Dokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Pos ini dioperasikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) yang berjumlah 12 personel.

Sebanyak 12 personel DVI tersebut dibagi ke dalam tiga tim untuk diberangkatkan ke lokasi pencarian.

Penyiagaan pos dan personel dipimpin langsung Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, Mars, QHIA.

Muhammad Haris mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dalam peristiwa hilang kontaknya pesawat tersebut.

Meski demikian, pihaknya berharap seluruh kru dan penumpang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

“Semoga semua kru dan penumpang pesawat ini masih selamat, kami doakan. Namun apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami sudah menyiapkan posko di Biddokkes,” ujar Haris.

Ia menjelaskan, pos ante mortem dan post mortem disiapkan untuk kepentingan identifikasi korban.

“Ante mortem digunakan untuk pendataan korban, sementara post mortem disiapkan untuk pemeriksaan jenazah,” terangnya.

Haris menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk memperoleh pembaruan informasi hasil pencarian.

Selain itu, empat unit ambulans juga telah disiagakan untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut.

Pencarian Diperluas

PESAWAT HILANG KONTAK - Suasana Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026).  Jaringan internet di sekitar Leang-Leang, Maros, mendadak sulit diakses pasca kabar jatuhnya pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport. Di tengah keterbatasan sinyal, TNI mengandalkan internet satelit Starlink untuk mendukung operasi pencarian.
PESAWAT HILANG KONTAK - Suasana Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026). Jaringan internet di sekitar Leang-Leang, Maros, mendadak sulit diakses pasca kabar jatuhnya pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport. Di tengah keterbatasan sinyal, TNI mengandalkan internet satelit Starlink untuk mendukung operasi pencarian. (TRIBUN TIMUR)

Sementara itu, area pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport diperluas.

Pesawat sebelumnya dilaporkan terakhir hilang kontak di Kelurahan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Perluasan dilakukan setelah adanya laporan warga terkait penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Sekitar 400 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah Bulusaraung dan Leang-Leang.

Selain penyisiran darat, tim SAR juga mengerahkan drone dan helikopter TNI Angkatan Udara.

“Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Ada juga keterangan warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” kata Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Namun, cuaca menjadi kendala utama. Kabut tebal dan hujan menghambat jarak pandang saat drone diterbangkan.

“Medannya cukup berat, kawasan pegunungan. Jarak dari posko ke titik terakhir lost contact sekitar 16 kilometer dengan estimasi waktu tempuh dua hingga tiga jam,” ujarnya.

Berdasarkan data manifes, pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.