Daftar 7 Wilayah Pesisir Timur Jambi Berpotensi Banjir Rob menurut Prediksi BMKG
January 17, 2026 10:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi memperkirakan potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir masih akan berlangsung hingga 31 Januari 2026.

Potensi tersebut dipicu oleh aktivitas gelombang ekuator Rossby yang terpantau cukup kuat.

Kondisi ini turut memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi.

BMKG mencatat tinggi gelombang di kawasan pesisir Jambi berada pada kisaran 0,1 hingga 1,25 meter.

Prakirawan Cuaca BMKG Provinsi Jambi, Rendy HB, mengatakan potensi banjir rob diperkirakan muncul pada beberapa periode tertentu.

“Lalu, nanti berpotensi lagi terjadi di tanggal 26 hingga tanggal 31 Januari 2026,” ujarnya saat ditemui Tribunjambi.com di kantornya, Sabtu (17/1/2026).

Sebelumnya, Rendy menyebut potensi serupa juga dapat terjadi pada 18 hingga 21 Januari 2026.

Menurutnya, terdapat tujuh wilayah pesisir timur Provinsi Jambi yang diprediksi terdampak banjir rob.

Wilayah tersebut, yakni:

- Sabak Timur

- Nipah Panjang

- Sadu

- Berbak

- Tungkal Ilir

- Kuala Tungkal

- Kecamatan Seberang Kota di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir timur Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami menghimbau masyarakat agar mengamankan barang-barang elektronik atau perabotan rumah tangga yang cukup penting,” katanya.

Selain itu, warga juga diminta menyimpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang lebih aman.

“Lalu matikan aliran listrik jika air sudah masuk ke dalam rumah.

"Biasanya, puncak gelombang pasang itu terjadi pada pagi atau sore hari selama Fase bulan baru, Januari dan Februari,” pungkasnya.

Masih Berpotensi Hujan di Jambi

Sementara itu, BMKG Provinsi Jambi juga memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jambi dalam beberapa hari ke depan cenderung berawan, namun masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Rendy menjelaskan, dalam sepekan ke depan, seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi diperkirakan masih mengalami kondisi berawan disertai peluang hujan.

“Berpotensi terjadi di seluruh wilayah kota dan kabupaten wilayah Provinsi Jambi, baik pada sore, siang, malam, dan hari,” katanya.

Menurut Rendy, kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang terpantau menguat pada fase negatif, baik dalam skala global, regional, maupun lokal, yang mengindikasikan terjadinya La Niña lemah.

Situasi tersebut berpotensi meningkatkan pasokan uap air di atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di beberapa perairan Indonesia juga turut memperkaya suplai uap air.

“MJO (Madden-Julian Oscillation), juga terpantau cukup aktif melintasi sebagian besar di wilayah Provinsi Jambi, atau juga di Indonesia, bahkan di Sumatera,” tuturnya.

Ia menambahkan, aktivitas gelombang ekuator Rossby yang masih cukup kuat turut memperkuat proses konvektif di berbagai wilayah, termasuk Provinsi Jambi.

“Jadi untuk ketinggian gelombang di wilayah pesisir wilayah Provinsi Jambi, umumnya berada dalam kategori tenang hingga rendah, atau berkisar antara 0,1 hingga 1,25 meter,” terangnya.

 

Baca juga: Hasil Gubernur Cup 17/1/26 - Tanjabtim Kalah, Batang Hari vs Tanjabbar Panas

Baca juga: Kronologi Penemuan Anak yang Hanyut di Sungai Buntung Jelutung, Warga Menyelam

Baca juga: Polda Jambi Imbau Hentikan Kekerasan di Sekolah setelah Viral Insiden di SMK Negeri 3 Tanjab Timur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.