TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Akrab di Meja merupakan komunitas anak muda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menghadirkan permainan boardgame sebagai sarana hiburan sekaligus media membangun relasi sosial.
Komunitas ini resmi terbentuk pada 5 Juli 2025 dengan tujuan menciptakan ruang berkumpul yang santai, menyenangkan, serta membuka peluang pertemanan baru bagi para anggotanya.
Saat ini, Akrab di Meja telah memiliki sekitar 40 anggota yang aktif mengikuti kegiatan bermain bersama.
Master Permainan Komunitas Akrab di Meja, Ruhrufain, mengatakan komunitas ini lahir dari kegelisahan para penggagas melihat permainan boardgame belum banyak dikenal di Kota Kendari.
Padahal, menurutnya, boardgame bisa menjadi sarana berkumpul yang menyenangkan sekaligus membantu menghilangkan kebosanan setelah seharian beraktivitas.
Baca juga: 3 Komunitas di Kendari Tingkatkan Pemahaman Kesehatan Mental Lewat Menulis, Melukis, Diskusi Publik
“Kami ingin membuka ruang bermain yang santai dan inklusif. Lewat komunitas ini, kami berharap semakin banyak warga Kendari yang mengenal dan menikmati boardgame. Kalau antusiasmenya terus tumbuh, bukan tidak mungkin kami menggelar turnamen kecil hanya untuk bersenang-senang,” kata Ruhrufain kepada Tribunnewssultra.com, Sabtu (17/1/2026).
Dalam pertemuan yang diadakan sebulan sekali, Akrab di Meja kerap memainkan boardgame yang mudah dipahami, seperto No Thanks!, Sekata, dan Scout.
Menurut Ruhrufain, pemilihan permainan sederhana dilakukan agar peserta baru dapat langsung menikmati permainan tanpa merasa terbebani oleh aturan yang rumit.
Meski demikian, komunitas ini juga menyediakan sesi khusus bagi pemain yang sudah terbiasa dengan boardgame.
Pada sesi tersebut, permainan dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi seperti Carcassonne, 7 Wonders, dan Coup Reformation turut dimainkan.
Akrab di Meja terbuka untuk semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Adapun syarat untuk menghadiri kegiatan, cukup bersedia mengikuti dan mendengarkan penjelasan aturan permainan yang terkadang cukup panjang.
Sedangkan untuk lokasi kegiatan akan disampaikan melalui instagram Akrab di Meja.
“Harapan kami ke depan, komunitas ini bisa menjadi wadah memperluas jejaring sekaligus melatih kemampuan komunikasi. Dalam setiap pertemuan, anggota sering bergantian menjelaskan aturan kepada pemain baru,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)