TRIBUNPRIANGAN.COM - Tribuners, kabar soal deretan Bantuan Sosial (Bansos) di sepanjang 2026, kian berhembus kencang.
Pasalnya, pemerintah sendiri menargetkan deretan bansos akan kembali di progreskan berlanjut di tahun ini, terutama di bulan pertama Januari.
Salah satu yang juga tengah berhembus kencang adalah, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp 900.000.
Ya, peluang berlanjut bantuan ini tersedia meski sifat program tersebut awalnya hanya stimulus sementara untuk mendongkrak daya beli masyarakat di akhir tahun lalu.
Dimana realisasi pencairan bantuan tersebut sepenuhnya bergantung pada dua indikator utama, yakni ketersediaan ruang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Bansos BPNT dan PKH Tahap I Periode Januari-Maret Garut Sudah Masuk ATM, Segera Cek Begini Caranya
Sebelumnya tren alokasi belanja bantuan sosial pemerintah yang tahun ini mengalami peningkatan.
Inilah yang menjadi fleksibilitas Pemerintah dalam meninjau situasi ekonomi yang mengharuskan adanya intervensi tambahan.
Selain itu, aspek validitas data sebagai syarat mutlak pencairan bantuan lanjutan, juga mengharuskan keakuratan data penerima manfaat (KPM) yang menjadi filter utama agar anggaran negara yang keluar benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Meski lampu hijau untuk BLTS belum menyala sepenuhnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) pun memastikan pemerintah tidak akan menahan penyaluran bantuan sosial reguler.
Hal ini disampaikan langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dalam keterangan resminya pada Jumat (9/1/2026) lalu.
Baca juga: Warga Garut Belum Menerima Dana Bansos BPNT dan PKH Januari 2026? Ternyata Ini Beberapa Penyebabnya
"Kita lihat situasi dan kondisi serta kebijakan dari Bapak Presiden, karena bisa jadi itu berlanjut", kata Saifullah.
Adapun, Kemensos sendiri menargetkan jangkauan terhadap 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk PKH dan lebih dari 17 juta KPM untuk BPNT.
Sekedar info pada triwulan akhir 2025, Kementerian Sosial telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 110 triliun, yang mencakup bantuan reguler, penebalan bansos di pertengahan tahun, serta eksekusi BLTS Rp 900 ribu.
Pengecekan bansos bisa dilakukan secara terbuka dan mudah, selama data yang dimasukkan sesuai identitas.
Berikut langkah-langkah cek penerima Bansos 2026:
(*)