TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jambi - Detik-detik bocah berusia 10 tahun yang sempat dilaporkan hanyut di sungai, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Bocah laki-laki berinisial F itu dilaporkan hanyut lalu tenggelam di aliran Sungai Buntung di Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung Kota Jambi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Penemuan jasad korban ditemukan sekitar pukul 18.45 WIB, tak jauh dari lokasi korban tenggelam atau di bawah jembatan.
Sungai Buntung di Kelurahan Lebak Bandung merupakan satu di antara aliran sungai lokal yang melintasi kawasan permukiman. Sungai ini berfungsi sebagai saluran drainase alami sekaligus bagian dari sistem pengendalian air di wilayah tersebut.
Secara umum, isu yang sering dikaitkan dengan Sungai Buntung meliputi pendangkalan dan penyempitan alur akibat sedimentasi dan bangunan di bantaran; sampah domestik, terutama di segmen yang padat permukiman; potensi genangan/banjir lokal saat curah hujan tinggi; dan kualitas air yang terpengaruh aktivitas rumah tangga.
Upaya yang biasanya dilakukan atau dibutuhkan mencakup normalisasi sungai, pembersihan rutin, penertiban bangunan di sempadan, serta edukasi warga agar tidak membuang sampah ke sungai.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJambi.com, korban diduga kehabisan tenaga saat berenang sebelum akhirnya tenggelam.
Upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Kantor SAR Jambi, Polsek Jelutung, Damkartan Kota Jambi, Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Jambi, serta masyarakat sekitar.
Operasi SAR berlangsung dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan dilakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai.
Camat Jelutung, Alamsyah mengatakan korban ditemukan oleh warga yang penasaran dan melakukan penyelaman ke dasar sungai.
“Warga yang menemukan menggunakan tali dan menyelam di dasar sungai.
"Sejumlah warga yang lain membantu menyambut jasat korban di pinggir sungai,” ujarnya.
Saat ini, jasad korban sudah dibawa masyarakat ke rumah sakit Arafah Kota Jambi.
“Ya warga membawa ke rumah sakit,” paparnya.
Sebelumnya diketahui, kejadian bermula saat korban bersama dengan teman-temannya hendak bermain di sekitar sungai.
Baca juga: Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Way Awi, Kedalaman Air 1,5 Meter
Alamysah menjelaskan bahwa korban dan teman-temannya hendak terjun dan bermain di sungai tersebut.
Namun malang, korban malah hanyut dan tenggelam. Sebelum tenggelam, korban dikabarkan sempat melambaikan tangn dan meminta pertolongan.
"Kejadian bermula mereka main di pinggir terus terjun.
"Saat itu belum hujan tiba tiba hanyut dan memagang tangan, terus hilang. Sempat lambai tangan," ujarnya.
Selain petugas Damkartan, warga sekitar juga turut membantu melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Bahkan, sejumlah tokoh agama setempat tampak mengumandangkan azan di tepi Sungai Buntung sebagai bentuk ikhtiar.
Tak hanya itu, beberapa warga juga terlihat menaburkan garam ke sungai dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Korban akhirnya ditemukan bakda magrib dalam kondisi meninggal dunia.